Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Success Story21 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Skripsi Selesai, Artikel Tembus Scopus: Kisah Hamdi

Hamdi menyelesaikan skripsi dan artikel jurnal sekaligus, lulus S1 dalam 3,5 tahun. Ini cara riset pengembangan bisa sampai ke jurnal Scopus.

Jawaban singkat

Hamdi, mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Palangka Raya, menyelesaikan skripsi dan artikel sekaligus, lulus S1 dalam 3,5 tahun, dan menjadi penulis pertama artikel di Jurnal Pendidikan Agama Islam yang terindeks Scopus, terbit Juni 2024. Pelajarannya: rancang skripsi supaya bisa langsung jadi artikel, dan riset pengembangan punya peluang besar.

Skripsi Selesai, Artikel Tembus Scopus: Kisah Hamdi
Desain: Helpin Publisher, dari unggahan Instagram @helpinpublisher.

Banyak mahasiswa merasa harus memilih: fokus menyelesaikan skripsi, atau mengejar publikasi jurnal. Hamdi, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Palangka Raya asal Desa Pematang Panjang, Kalimantan Tengah, tidak memilih salah satu. Ia menyelesaikan keduanya, lulus S1 dalam 3,5 tahun, dan artikelnya terbit di jurnal terindeks Scopus sebagai penulis pertama.

Artikelnya

Artikel Hamdi berjudul Developing Digital-Based Islamic Religious Education Teaching Modules on the Subject Matter of Duha Prayer in Elementary Schools. Ia menulisnya bersama Setria Utama Rizal, Nurul Hikmah, Muhammad Syabrina, Sulistyowati, dan Mualimin. Artikel ini terbit pada Juni 2024 di Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 21 No. 1, dengan DOI 10.14421/jpai.v21i1.7520.

Jurnal ini dikelola Program Studi PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di portal SINTA, jurnal ini tercatat terakreditasi SINTA 1 dan terindeks Scopus. Dalam unggahan kami, jurnal ini disebut berperingkat Q1. Menurut data agregator SCImago, peringkat Q1 itu ada di kategori Religious Studies, dan cakupan Scopus jurnal ini sudah meliputi terbitan 2024.

Apa yang ia teliti

Hamdi mengembangkan modul ajar PAI berbasis digital untuk materi salat duha di sekolah dasar. Modul itu dibuat dengan aplikasi eXe-Learning, lalu diuji langsung di sekolah dasar di Kota Palangka Raya.

Penelitiannya lahir dari kebutuhan nyata: guru PAI butuh bahan ajar digital yang sesuai Kurikulum Merdeka. Temuannya menunjukkan modul digital bisa menjadi solusi konkret untuk kebutuhan itu.

Organisasi jalan, akademik tetap jalan

Seperti yang ia bagikan, Hamdi aktif di banyak organisasi. Ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FTIK, Ketua AOS BUAF se-Kalimantan, dan kader aktif PMII. Di tengah jadwal itu, ia tetap meneliti, menulis, dan tampil di lebih dari 18 konferensi nasional dan internasional. Selama masa studi, ia mencatat 53 karya ilmiah.

Semangat yang sama ia bawa ke jenjang magister, sampai dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Pascasarjana UIN Palangka Raya 2026.

"Jika memilih berorganisasi, jalankan dengan penuh tanggung jawab. Jangan jadikan organisasi sebagai alasan menurunnya akademik. Organisasi dan akademik dapat berjalan bersama ketika disertai disiplin, komitmen, dan tujuan yang jelas."

Pelajaran yang bisa kamu tiru

1. Rancang skripsi supaya bisa langsung jadi artikel

Skripsi dan artikel tidak harus dikerjakan terpisah. Kalau sejak awal kamu memilih pertanyaan penelitian yang tajam dan data yang rapi, bab-bab skripsi bisa dipadatkan menjadi artikel. Caranya ada di cara mengubah skripsi jadi artikel jurnal.

2. Riset pengembangan punya peluang besar

Penelitian yang menghasilkan produk, seperti modul ajar, media, atau aplikasi, disukai jurnal pendidikan. Syaratnya, produk itu diuji di lapangan dan hasil ujinya dilaporkan dengan jelas.

3. Jawab kebutuhan kebijakan yang sedang berjalan

Riset Hamdi terhubung dengan penerapan Kurikulum Merdeka. Topik yang menjawab kebutuhan guru dan sekolah saat ini lebih mudah menunjukkan manfaatnya kepada reviewer.

4. Cek kuartil jurnal sendiri sebelum submit

Kuartil Scopus berubah setiap tahun dan bisa berbeda untuk tiap kategori bidang ilmu. Kalau kampusmu mensyaratkan kuartil tertentu, cek sendiri status terbaru jurnal tujuan. Penjelasannya ada di arti Q1, Q2, Q3, Q4 Scopus dan cara cek jurnal Scopus yang discontinued.

5. Atur waktu dengan tujuan yang jelas

Hamdi menyebut disiplin, komitmen, dan tujuan sebagai kunci. Kisah serupa dari kampus yang sama ada di sibuk organisasi tetap publikasi jurnal SINTA 2.

Menargetkan jurnal Scopus?

Helpin Publisher mendampingi publikasi Scopus, dari pemilihan jurnal sampai revisi. Lihat jasa publish jurnal Scopus atau konsultasi gratis. Keputusan akhir tetap ada di editor dan reviewer jurnal.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah mahasiswa S1 bisa menembus jurnal Scopus?

Bisa. Banyak jurnal Scopus menerima naskah mahasiswa, terutama yang ditulis bersama dosen pembimbing. Yang dinilai adalah kualitas naskah, bukan jenjang penulisnya.

Apa bedanya jurnal SINTA 1 dan jurnal Scopus?

Sebagian jurnal SINTA 1 juga terindeks Scopus, seperti jurnal tempat artikel Hamdi terbit. Perbedaan lengkapnya ada di perbedaan jurnal SINTA dan Scopus.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai