Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Success Story23 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Mahasiswi Sastra Indonesia UAD Tembus Dua Jurnal SINTA 3

Putri Nirma Lailiyani menerbitkan dua artikel SINTA 3 sebagai penulis pertama, berawal dari tugas UAS. Ini perjalanannya dan pelajaran yang bisa kamu tiru.

Jawaban singkat

Putri Nirma Lailiyani, mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2022, menerbitkan dua artikel di jurnal terakreditasi SINTA 3 sebagai penulis pertama: satu berangkat dari tugas UAS tentang pengaruh tontonan Upin & Ipin pada pemerolehan bahasa, satu tentang linguistik forensik dalam kasus pembunuhan. Publikasi itu mengantarkannya lulus tanpa skripsi.

Mahasiswi Sastra Indonesia UAD Tembus Dua Jurnal SINTA 3
Desain: Helpin Publisher. Foto: YouTube @klik_uad1960 dan Instagram Putri Nirma Lailiyani.

Banyak yang menganggap jurusan sastra kurang "cocok" untuk publikasi jurnal. Putri Nirma Lailiyani membuktikan sebaliknya. Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2022 ini menerbitkan dua artikel di jurnal terakreditasi SINTA 3, keduanya sebagai penulis pertama. Seperti yang ia bagikan lewat unggahan kolaborasi di Instagram Helpin Publisher, publikasi itu juga mengantarkannya lulus tanpa skripsi.

Topiknya pun tidak biasa: yang satu berangkat dari serial animasi Upin & Ipin, yang lain dari kasus pembunuhan berencana.

Artikel pertama: dari tugas UAS

Artikel pertamanya berjudul Pengaruh Tontonan Upin & Ipin terhadap Pemerolehan Bahasa pada Usia 8 Tahun. Artikel ini ditulis bersama Irwan Suswandi dan terbit di LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Vol. 21 No. 2, dengan DOI 10.30957/lingua.v21i2.961. LINGUA tercatat sebagai jurnal SINTA 3 di portal SINTA.

Idenya lahir dari pengamatan sehari-hari. Putri melihat seorang anak tetangga yang fasih berbicara seperti karakter serial animasi itu, padahal bahasa sehari-harinya di rumah adalah bahasa Jawa. Dari situ muncul pertanyaan: seberapa besar tontonan memengaruhi bahasa anak? Temuannya, tontonan bisa mendominasi proses pemerolehan bahasa anak, sampai menggeser bahasa ibu.

Tulisan ini awalnya hanya tugas UAS. Dosennya menilai tulisan itu layak terbit, dan Putri memilih percaya. Setelah tiga kali revisi, artikelnya terbit.

Artikel kedua: linguistik forensik dalam kasus pembunuhan

Artikel keduanya, The Implementation of Forensic Linguistics in a Premeditated Murder Case in Malang, terbit di jurnal Humanis (Universitas Udayana), Vol. 29 No. 4, November 2025, dengan DOI 10.24843/jh.2025.v29.i04.p06. Penulisnya Putri bersama Irwan Suswandi dan Tsurayya Yusra Zahirah Zahra. Humanis juga terakreditasi SINTA 3.

Penelitian ini menganalisis barang bukti tulisan yang ditinggalkan terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana di Malang. Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa bisa menjadi alat bantu identifikasi pelaku, sekaligus membuka ruang pertemuan antara ilmu linguistik dan hukum.

Jalannya lebih berat daripada artikel pertama. Seperti yang ia ceritakan, naskahnya sempat ditolak jurnal SINTA 2, ia sempat takut melihat foto barang bukti, dan bimbingannya berlangsung sekitar enam bulan. Tapi rasa ingin tahu mengalahkan rasa takut.

Pelajaran yang bisa kamu tiru

1. Tugas kuliah bisa jadi artikel

Banyak tugas UAS atau makalah mata kuliah sebenarnya punya bibit penelitian. Kalau dosen menilai tulisanmu bagus, tanyakan apakah layak dikembangkan untuk jurnal. Tugas kuliah tetap perlu diolah: tambahkan tinjauan pustaka terbaru, perjelas metode, dan sesuaikan dengan template jurnal.

2. Topik humaniora bisa sangat menarik

Linguistik, sastra, dan bahasa punya banyak sudut yang relevan dengan kehidupan nyata: media anak, hukum, media sosial, iklan, dan politik. Kuncinya adalah menghubungkan teori bahasa dengan persoalan yang dipedulikan orang.

3. Ditolak di peringkat tinggi bukan akhir

Putri sempat ditolak SINTA 2 sebelum terbit di SINTA 3. Penolakan sering memberi masukan untuk memperbaiki naskah. Pelajari alasannya, perbaiki, lalu pilih jurnal yang lebih sesuai. Penyebab umum penolakan ada di alasan artikel jurnal ditolak.

4. Revisi adalah bagian dari proses

Tiga kali revisi untuk artikel pertama itu wajar. Cara menanggapi komentar dengan baik dibahas di cara membalas komentar reviewer.

5. Kolaborasi dengan dosen dan peneliti lain

Kedua artikel Putri ditulis bersama dosennya, dan artikel kedua melibatkan penulis dari kampus lain. Kolaborasi membantu memperkuat metode dan memperluas sudut pandang.

Publikasi sebagai pengganti skripsi

Sejak Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, kampus punya keleluasaan menentukan bentuk tugas akhir, tidak harus skripsi. Sebagian kampus membuka jalur publikasi artikel sebagai pengganti skripsi, dengan syarat tertentu seperti peringkat jurnal dan posisi penulis. Aturannya berbeda di setiap kampus, jadi tanyakan langsung ke program studimu. Gambaran aturannya ada di syarat publikasi jurnal untuk S2, S3, dan jabatan dosen.

Kata Putri

"Yang penting, tetap konsisten, terus eksplorasi, dan percaya bahwa kemampuan menulismu akan semakin matang seiring waktu."

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah mahasiswa S1 bisa menjadi penulis pertama? Bisa. Penulis pertama biasanya orang yang paling banyak berkontribusi pada penelitian dan penulisan. Dosen pembimbing sering menjadi penulis kedua atau penulis korespondensi.

Apakah jurnal SINTA 3 cocok untuk publikasi pertama? Cocok untuk naskah yang sudah rapi dan punya kebaruan jelas. Gambaran lengkapnya ada di jurnal SINTA 3.

Punya tugas kuliah yang layak terbit?

Konsultasikan naskahmu gratis dengan tim Helpin Publisher. Kami bantu menilai kesiapan naskah dan memilih jurnal yang sesuai bidangmu. Kalau targetmu jurnal peringkat ini, lihat jasa publikasi jurnal SINTA 3.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai