Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Scopus & Internasional10 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Arti Q1, Q2, Q3, Q4 Jurnal Scopus dan Cara Mengeceknya

Apa arti kuartil Q1 sampai Q4 pada jurnal Scopus? Penjelasan kuartil SJR dan CiteScore, kenapa satu jurnal bisa punya dua kuartil, dan cara mengeceknya sendiri.

Jawaban singkat

Kuartil jurnal Scopus adalah posisi relatif jurnal di bidangnya: jurnal dalam satu bidang diurutkan menurut metrik sitasi lalu dibagi empat kelompok sama besar. Q1 adalah 25% teratas, Q2 25% berikutnya, Q3 25% berikutnya, dan Q4 25% terbawah. Kuartil dihitung ulang tiap tahun sehingga bisa berubah, dan bisa dicek lewat Scimago atau Scopus.

Arti Q1, Q2, Q3, Q4 Jurnal Scopus dan Cara Mengeceknya
Foto: kenteegardin, CC BY-SA 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya, dirilis ulang dengan lisensi yang sama

Syarat publikasi S3 atau kenaikan jabatan dosen sering menyebut "jurnal Scopus minimal Q3" atau "wajib Q1". Kuartil ini menentukan nilai publikasimu, jadi penting untuk tahu artinya dan cara mengeceknya sendiri, tanpa bergantung pada klaim di brosur.

Kuartil itu posisi relatif jurnal di bidangnya

Jurnal-jurnal dalam satu bidang ilmu diurutkan berdasarkan metrik sitasinya, lalu dibagi empat kelompok sama besar:

  • Q1: 25% teratas
  • Q2: 25% berikutnya
  • Q3: 25% berikutnya
  • Q4: 25% terbawah

Q1 tidak berarti "jurnal nomor satu", tapi masuk seperempat teratas di kategori bidangnya. Karena sifatnya relatif, kuartil bisa berubah tiap tahun mengikuti performa jurnal dan jurnal lain di bidang yang sama.

Ada dua sumber kuartil yang sering dipakai

Ini yang sering membuat bingung. Kuartil jurnal Scopus bisa dilihat dari dua tempat, dan hasilnya tidak selalu sama.

1. SJR dari Scimago (scimagojr.com). Dihitung oleh SCImago Research Group memakai data Scopus. SJR memberi bobot lebih pada sitasi dari jurnal yang bergengsi. Di Indonesia, banyak kampus dan pedoman penilaian merujuk ke kuartil SJR.

2. CiteScore dari Scopus (scopus.com/sources). Dihitung oleh Elsevier. CiteScore menghitung rata-rata sitasi tanpa pembobotan, dan Scopus menampilkan persentil jurnal di tiap bidang. Persentil 75 ke atas setara Q1.

Karena rumusnya beda, satu jurnal bisa Q2 menurut SJR tapi Q1 menurut CiteScore, atau sebaliknya. Jadi kalau syaratmu menyebut kuartil, tanyakan dulu acuan mana yang dipakai kampus atau instansimu.

Satu jurnal bisa punya beberapa kuartil

Jurnal yang mencakup beberapa bidang dimasukkan ke beberapa kategori. Misalnya jurnal pendidikan matematika bisa masuk kategori Education dan kategori Mathematics, dengan kuartil berbeda di masing-masing. Pedoman tiap institusi bisa berbeda soal kuartil mana yang dipakai, ada yang mengambil kuartil terbaik, ada yang mengikuti kategori yang paling sesuai dengan bidang artikel. Cek aturan di kampusmu.

Cara cek kuartil di Scimago

  1. Buka scimagojr.com.
  2. Ketik nama jurnal atau ISSN di kolom pencarian.
  3. Di halaman jurnal, lihat bagian "Quartiles". Ada grafik per kategori dan per tahun.
  4. Perhatikan tahun terakhir yang tersedia dan kategori yang relevan dengan artikelmu.

Cara cek di Scopus

  1. Buka scopus.com/sources. Halaman ini bisa diakses tanpa langganan.
  2. Cari berdasarkan ISSN. ISSN lebih akurat daripada nama, karena beda ejaan sedikit bisa membuat hasil kosong.
  3. Lihat CiteScore, persentil, dan Scopus coverage years.
  4. Pastikan coverage years masih sampai tahun berjalan. Kalau tahunnya berhenti di masa lalu, jurnal itu sudah tidak diindeks (discontinued).

Poin keempat ini sangat penting. Artikel di jurnal yang sudah discontinued bisa tidak diakui untuk penilaian. Cara mengenali jurnal bermasalah dibahas lebih lengkap di ciri jurnal predator dan cara cek jurnal Scopus asli.

Jurnal baru di Scopus kadang belum punya kuartil

Jurnal yang baru masuk Scopus belum punya cukup data sitasi untuk dihitung kuartilnya. Statusnya tetap terindeks Scopus, tapi belum ada Q. Kalau syaratmu menyebut kuartil tertentu, jurnal seperti ini mungkin belum memenuhi.

Mana yang realistis untuk naskahmu?

  • Q1 dan Q2 biasanya sangat selektif, review bisa beberapa putaran, dan butuh kebaruan yang jelas serta bahasa Inggris akademik yang rapi.
  • Q3 dan Q4 tetap butuh naskah yang kuat, tapi peluangnya lebih terbuka untuk penulis yang baru mulai publikasi internasional.

Pilih berdasarkan syarat, tenggat, dan kekuatan naskah. Biayanya juga beragam, dibahas di biaya publikasi jurnal Scopus.

Membaca angka-angka di halaman Scimago

Selain kuartil, halaman jurnal di Scimago menampilkan beberapa angka lain. Ini arti singkatnya:

  • SJR. Skor reputasi jurnal berdasarkan jumlah sitasi yang diterima, dengan bobot lebih besar untuk sitasi dari jurnal yang bergengsi. Angka inilah yang dipakai untuk menentukan kuartil di Scimago.
  • H-index. Jumlah artikel (h) di jurnal itu yang masing-masing sudah dikutip minimal h kali. Makin besar, makin banyak artikel jurnal itu yang sering dikutip.
  • Subject Area and Category. Bidang dan kategori tempat jurnal dinilai. Kuartil berlaku per kategori ini.
  • Publisher dan Country. Penerbit dan negara asal jurnal. Berguna untuk mencocokkan dengan website tempat kamu submit.
  • Coverage. Tahun-tahun data jurnal yang tercakup.

Angka-angka ini membantu membandingkan jurnal. Tapi untuk memastikan jurnal masih aktif diindeks, tetap cek ke daftar sumber Scopus.

Kesalahan yang sering terjadi saat membaca kuartil

  • Melihat kuartil tahun lama. Brosur atau postingan media sosial sering memakai data beberapa tahun lalu. Lihat tahun terbaru di grafik.
  • Melihat kategori yang tidak relevan. Jurnal multidisiplin bisa Q1 di satu kategori dan Q3 di kategori lain. Pakai kategori yang sesuai bidang artikelmu atau sesuai aturan kampus.
  • Mengira Q sama dengan status indeks. Jurnal tanpa kuartil belum tentu tidak terindeks, dan jurnal yang dulu Q2 bisa saja sudah discontinued.
  • Hanya mengandalkan klaim website jurnal. Website jurnal bisa memasang logo Scopus atau label Q1 walau statusnya sudah berubah. Selalu cek langsung ke sumber resmi.

Kuartil dan syarat dosen atau mahasiswa S3

Banyak program doktoral dan pedoman kenaikan jabatan dosen menyebut publikasi di jurnal internasional bereputasi, sering dengan batas kuartil tertentu. Aturannya berbeda antarinstitusi dan bisa berubah, jadi pegang dokumen aturan terbaru dari kampus atau kementerian, lalu cocokkan dengan data kuartil di Scimago atau Scopus sesuai acuan yang diminta.

Contoh kasus: satu jurnal, dua kategori

Misalkan sebuah jurnal tentang teknologi pendidikan terdaftar di dua kategori Scimago: Education dan Computer Science Applications. Pada tahun terbaru, jurnal ini Q2 di Education dan Q3 di Computer Science Applications.

Kalau artikelmu tentang media pembelajaran dan syarat kampusmu "minimal Q2 pada kategori yang sesuai bidang", kategori Education yang relevan, jadi jurnal ini memenuhi. Kalau aturannya "kuartil terendah yang dipakai", jurnal ini dihitung Q3. Itulah kenapa membaca aturan kampus sama pentingnya dengan membaca grafik kuartil.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah kuartil jurnal bisa turun setelah artikelku terbit? Bisa, karena kuartil dihitung ulang tiap tahun. Institusi biasanya melihat kuartil pada tahun artikel terbit, tapi kebijakannya bisa berbeda. Simpan tangkapan layar halaman Scimago atau Scopus saat artikelmu terbit sebagai arsip.

Apakah Q1 di Scimago pasti juga Q1 di Scopus? Tidak selalu. Rumus SJR dan CiteScore berbeda, jadi kuartilnya bisa berbeda.

Jurnal internasional tanpa Scopus, apakah punya kuartil? Kuartil SJR dan CiteScore hanya untuk jurnal yang ada di Scopus. Jurnal yang terindeks di basis data lain, misalnya DOAJ atau EBSCO, tidak punya kuartil Scopus. Pilihan jurnal internasional non-Scopus ada di halaman publikasi jurnal internasional.

Butuh bantuan memilih jurnal Scopus?

Tim Helpin Publisher membantu mengecek kesesuaian naskah, mencarikan jurnal Scopus Q1 sampai Q4 yang cocok, proofreading bahasa Inggris, sampai mendampingi revisi. Lihat jasa publikasi jurnal Scopus atau mulai dengan konsultasi gratis.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai