Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Success Story24 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Tesis S2 UGM tentang Otot Pemain Mobile Legends

Azzahra Khairuna meneliti kelelahan otot pemain gim MOBA seluler dengan sEMG untuk tesis S2 Teknik Industri UGM. Cara mengubah hobi jadi topik riset.

Jawaban singkat

Azzahra Khairuna, mahasiswa magister Teknik Industri UGM, menulis tesis 'Analisis Aktivitas Otot pada Pemain Gim MOBA Seluler' yang dipaparkan dalam seminar hasil pada Maret 2026. Ia memilih topik dari hal yang dekat dengan minatnya, yaitu push rank Mobile Legends, lalu mencari masalah yang bisa diteliti secara ilmiah.

Tesis S2 UGM tentang Otot Pemain Mobile Legends
Desain: Helpin Publisher.

Push rank Mobile Legends biasanya dianggap hiburan, bahkan pengalih perhatian dari kuliah. Bagi Azzahra Khairuna, hobi itu justru menjadi bahan tesis. Di Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Universitas Gadjah Mada, ia menulis tesis yang meneliti aktivitas otot pemain gim MOBA seluler.

Tesisnya

Judul tesisnya Analisis Aktivitas Otot pada Pemain Gim MOBA Seluler. Seperti diberitakan laman DTMI FT UGM pada Maret 2026, tesis ini dipaparkan dalam seminar hasil di depan tiga dosen penguji pada Maret 2026.

Prinsip Azzahra dalam memilih topik sederhana: topik tesis harus dekat dengan apa yang ia sukai. Yang ia sukai adalah push rank Mobile Legends dan tim esports RRQ. Dari sana ia mencari masalah yang bisa diteliti secara ilmiah dari dunia yang selama ini hanya ia nikmati sebagai hiburan.

Metode penelitiannya

Menurut ringkasan yang ia bagikan, penelitiannya dirancang seperti ini:

  • Responden: 12 pemain dengan rank Mythic, berusia 21 sampai 24 tahun.
  • Perlakuan: bermain selama 60 menit dalam empat kondisi, yaitu smartphone atau tablet, masing-masing dengan dan tanpa penyangga lengan (arm support).
  • Alat ukur: surface electromyography (sEMG), teknologi pengukur aktivitas listrik otot yang juga dipakai dalam riset medis dan industri manufaktur.

Temuannya

  • Bermain 60 menit tanpa henti meningkatkan kelelahan otot secara signifikan, terutama di bahu dan lengan bawah.
  • Kondisi paling berisiko adalah bermain dengan tablet tanpa penyangga lengan. Penurunan fungsi otot mencapai 30,15%, dan beban kerjanya masuk kategori berat.
  • Rekomendasinya: istirahat dan peregangan setiap 10 menit, serta memakai smartphone dibanding tablet untuk sesi panjang.

Cerita di balik pengambilan data

Untuk penelitiannya, Azzahra membutuhkan akses ke pemain profesional. Seperti yang ia ceritakan, ia memberanikan diri mengirim pesan langsung ke CEO RRQ lewat Instagram, dan pesannya dibalas.

Ini bukan pencapaian akademik, tapi ada pelajarannya: kalau topik risetmu benar-benar sesuatu yang kamu cintai, kamu akan berani melakukan hal-hal yang tidak akan kamu lakukan untuk topik orang lain.

Pelajaran yang bisa kamu tiru

1. Mulai dari minat, lalu cari masalahnya

Minat saja belum cukup. Ubah minat menjadi masalah yang bisa diukur. Azzahra tidak meneliti "Mobile Legends" secara umum, tapi kelelahan otot pemain dalam kondisi tertentu.

2. Pinjam metode dari bidang yang mapan

sEMG bukan alat baru. Yang baru adalah penerapannya pada pemain gim seluler. Memakai metode yang sudah teruji pada objek baru adalah cara yang kuat untuk menghasilkan kebaruan.

3. Rancang perbandingan yang jelas

Empat kondisi, perangkat dan penyangga lengan, membuat hasilnya mudah dibaca dan langsung menghasilkan rekomendasi praktis.

4. Berani meminta akses data

Banyak penelitian terhambat karena sulit mendapatkan responden atau data. Siapkan penjelasan singkat tentang tujuan penelitian dan manfaatnya bagi pihak yang kamu hubungi, lalu sampaikan dengan sopan.

5. Pikirkan kelanjutannya

Tesis yang topiknya segar dan temuannya praktis punya peluang besar dikembangkan menjadi artikel jurnal. Langkahnya mirip dengan mengubah skripsi jadi artikel jurnal.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah topik gim atau hobi dianggap kurang serius untuk tesis? Tidak, selama pertanyaan penelitiannya jelas dan metodenya kuat. Esports, misalnya, kini menjadi industri dengan masalah kesehatan, ergonomi, dan bisnis yang nyata.

Bagaimana kalau responden yang dibutuhkan sulit dijangkau? Siapkan rencana cadangan, misalnya responden dengan karakteristik serupa dari komunitas yang lebih mudah diakses. Diskusikan dengan pembimbing sejak awal.

Punya topik unik yang ingin diterbitkan?

Konsultasikan naskahmu gratis dengan tim Helpin Publisher. Kami bantu mencari jurnal yang ruang lingkupnya cocok dengan topikmu.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai