Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Scopus & Internasional10 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Perbedaan Jurnal SINTA dan Scopus: Mana yang Kamu Butuhkan?

Beda jurnal SINTA dan Scopus dari sisi pengelola, bahasa, review, waktu, biaya, dan nilainya. Perbandingan untuk menentukan target publikasimu.

Jawaban singkat

SINTA adalah portal Kemdiktisaintek, dan jurnal SINTA adalah jurnal nasional yang diakreditasi lewat sistem ARJUNA dengan peringkat SINTA 1–4 (sebelum 2026: 1–6). Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik penerbit Elsevier. Artikel Scopus tidak otomatis menjadi 'jurnal SINTA', dan tidak semua jurnal Scopus mahal karena ada yang gratis untuk penulis. Pilih sesuai syarat kampus atau instansimu.

Perbedaan Jurnal SINTA dan Scopus: Mana yang Kamu Butuhkan?
Foto: Martyn Wright, CC BY 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya

SINTA dan Scopus sama-sama sering muncul di syarat kelulusan, syarat kenaikan jabatan, dan proposal hibah. Keduanya sering disebut berdampingan, padahal sifatnya sangat berbeda. Memahami bedanya membantu kamu memilih target yang realistis dan tidak buang waktu.

Beda paling dasar: siapa pengelolanya

SINTA (Science and Technology Index) adalah portal milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Jurnal "SINTA" adalah jurnal nasional yang sudah diakreditasi lewat sistem ARJUNA dan mendapat peringkat SINTA 1 sampai 4 (sebelum 2026: SINTA 1 sampai 6).

Scopus adalah basis data abstrak dan sitasi milik penerbit Elsevier. Jurnal dari berbagai negara bisa masuk Scopus setelah lolos seleksi oleh dewan peninjau Scopus. Jurnal di Scopus diberi kuartil Q1 sampai Q4 berdasarkan metrik sitasi.

Jadi SINTA menilai jurnal nasional dengan standar akreditasi Indonesia, sedangkan Scopus menyeleksi jurnal dari seluruh dunia.

Perbandingan singkat

Aspek Jurnal SINTA Jurnal Scopus
Pengelola indeks Kemdiktisaintek Elsevier
Cakupan Jurnal nasional Indonesia Jurnal internasional dari berbagai negara
Tingkatan SINTA 1 sampai 4 (sebelum 2026: 1 sampai 6) Kuartil Q1 sampai Q4
Bahasa naskah Indonesia atau Inggris, tergantung jurnal Hampir selalu Inggris
Proses review Bervariasi, makin ketat di peringkat tinggi Umumnya ketat, sering beberapa putaran
Perkiraan waktu Umumnya sekitar 1 sampai 3 bulan Umumnya beberapa bulan, sering 3 sampai 6 bulan atau lebih
Biaya Gratis sampai sekitar jutaan rupiah Gratis sampai ribuan dolar AS
Cara cek Portal SINTA Daftar sumber Scopus

Apakah jurnal bisa SINTA sekaligus Scopus?

Bisa. Banyak jurnal Indonesia yang sudah terindeks Scopus juga terakreditasi SINTA, biasanya di peringkat tertinggi. Pedoman akreditasi membuka peluang jurnal yang terindeks di pengindeks internasional bereputasi untuk memperoleh peringkat 1.

Jurnal seperti ini menarik karena memberi dua pengakuan sekaligus. Tapi persaingannya juga paling ketat.

Mana yang lebih bernilai?

Untuk penilaian akademik, publikasi di jurnal internasional bereputasi seperti Scopus umumnya bernilai lebih tinggi daripada jurnal nasional. Tapi "lebih bernilai" belum tentu "lebih tepat untukmu". Pertimbangkan:

  • Syarat yang diminta. Kalau syaratmu jurnal SINTA, artikel Scopus mungkin tetap diterima, tapi itu jalan yang jauh lebih panjang.
  • Waktu. Kalau tenggatmu dua bulan lagi, Scopus hampir pasti tidak realistis.
  • Bahasa. Menulis naskah akademik dalam bahasa Inggris yang baik butuh waktu dan sering butuh proofreading.
  • Kekuatan naskah. Scopus menuntut kebaruan dan relevansi internasional, bukan hanya konteks lokal.

Siapa biasanya butuh yang mana?

Lebih sering butuh SINTA:

  • Mahasiswa S1 dan S2 dengan syarat publikasi nasional
  • Dosen yang membangun rekam jejak publikasi awal
  • Peneliti dengan topik yang sangat lokal atau kebijakan Indonesia

Lebih sering butuh Scopus:

  • Mahasiswa S3 dengan syarat publikasi internasional bereputasi
  • Dosen yang menuju jabatan Lektor Kepala atau Guru Besar
  • Peneliti yang menargetkan sitasi dan kolaborasi internasional

Aturan pastinya selalu mengikuti dokumen dari kampus atau instansi masing-masing.

Jalur bertahap yang sering dipakai

Banyak penulis memulai dari jurnal SINTA, lalu naik ke Scopus setelah lebih percaya diri. Polanya kira-kira:

  1. Publikasi pertama di jurnal SINTA 4 sampai 6 untuk belajar alur submit dan revisi.
  2. Naik ke SINTA 2 atau 3 dengan naskah yang lebih kuat.
  3. Mencoba jurnal internasional, bisa dimulai dari jurnal internasional terindeks DOAJ, EBSCO, atau Index Copernicus, lalu Scopus Q4 atau Q3.
  4. Menargetkan Scopus Q2 atau Q1 untuk penelitian yang paling kuat.

Tidak semua orang harus melewati semua tahap, tapi pola ini membantu membangun pengalaman.

Kesalahan umum saat memilih

  • Mengira semua jurnal internasional pasti Scopus. Banyak jurnal internasional tidak terindeks Scopus.
  • Mengira semua jurnal SINTA berbahasa Indonesia. Banyak yang menerima, bahkan mewajibkan, bahasa Inggris.
  • Tidak mengecek status terbaru. Akreditasi SINTA punya masa berlaku, dan jurnal Scopus bisa dikeluarkan dari indeks. Cara mengeceknya ada di ciri jurnal predator dan cara cek jurnal Scopus asli.

Contoh memilih untuk tiga situasi

Mahasiswa S2 dengan syarat "minimal SINTA 2 atau jurnal internasional bereputasi" dan waktu enam bulan. Jurnal SINTA 2 biasanya pilihan yang lebih realistis. Scopus Q4 masih mungkin kalau naskah sudah dalam bahasa Inggris yang baik dan topiknya relevan secara internasional.

Dosen yang butuh publikasi untuk laporan kinerja tahun ini. Jurnal SINTA 2 atau 3 yang jadwal terbitnya jelas lebih aman daripada mengejar Scopus yang reviewnya bisa melewati tahun berjalan.

Mahasiswa S3 dengan syarat jurnal Scopus. Tidak ada pilihan lain selain Scopus. Mulai sedini mungkin, siapkan beberapa jurnal cadangan, dan anggarkan waktu untuk lebih dari satu putaran review.

Tiga situasi ini ilustrasi umum. Selalu cocokkan dengan aturan tertulis dari kampus atau instansimu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah artikel Scopus otomatis diakui sebagai publikasi SINTA? Profil peneliti di SINTA bisa menampilkan publikasi Scopus, tapi status jurnalnya tetap Scopus, bukan "jurnal SINTA". Cek bagaimana aturan kampusmu memperlakukannya.

Apakah biaya Scopus selalu mahal? Tidak. Ada jurnal Scopus yang gratis untuk penulis. Penjelasannya ada di biaya publikasi jurnal Scopus.

Mana yang lebih cepat terbit? Umumnya jurnal SINTA, terutama peringkat 4 sampai 6. Detail faktor waktunya ada di berapa lama proses publikasi jurnal.

Bingung memilih target?

Ceritakan syarat, tenggat, dan kondisi naskahmu lewat konsultasi gratis. Tim Helpin Publisher bantu menentukan apakah lebih tepat ke jurnal SINTA atau jurnal Scopus.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai