Sebelum Pakai Jasa Jurnal Internasional, Cek Indeksnya
Jurnal internasional tidak semuanya setara. Kenali beda Scopus, Web of Science, DOAJ, dan EBSCO, lalu cocokkan dengan syarat kampus sebelum memakai jasa.
Jawaban singkat
Tidak semua 'jurnal internasional' setara: bagi satu kampus artinya Scopus, bagi kampus lain cukup terindeks DOAJ. Kenali beda Scopus dan Web of Science, DOAJ, EBSCO, dan Google Scholar, lalu cocokkan dengan syarat kampusmu. Minta nama dan ISSN jurnal tujuan dan cek sendiri di daftar sumber Scopus atau DOAJ, karena salah memahami syarat bisa membuat artikel terbit tidak bisa dipakai.

"Saya butuh publikasi jurnal internasional." Kalimat ini sering muncul saat konsultasi, tapi artinya bisa sangat berbeda. Bagi satu kampus, jurnal internasional berarti Scopus. Bagi kampus lain, jurnal yang terindeks DOAJ sudah cukup. Salah memahami syarat ini bisa membuat artikel yang sudah terbit tidak bisa dipakai.
Jadi sebelum memakai jasa publikasi jurnal internasional, pastikan dulu indeks apa yang sebenarnya kamu butuhkan.
Tidak semua "jurnal internasional" setara
Secara umum, jurnal internasional bisa dikelompokkan seperti ini:
Scopus dan Web of Science
Dua basis data ini yang paling sering disebut sebagai penanda jurnal internasional bereputasi. Scopus dikelola Elsevier dan jurnal yang masuk diseleksi oleh dewan penilai independen. Web of Science dikelola Clarivate.
Jurnal Scopus dikelompokkan lagi menjadi kuartil Q1 sampai Q4 per bidang ilmu. Penjelasannya ada di arti Q1, Q2, Q3, Q4 Scopus.
DOAJ
DOAJ (Directory of Open Access Journals) adalah direktori jurnal akses terbuka. Jurnal harus memenuhi kriteria tertentu untuk masuk, misalnya kebijakan peer review dan lisensi yang jelas. Indonesia termasuk negara dengan jumlah jurnal DOAJ terbanyak, sehingga pilihannya cukup banyak, termasuk yang tidak memungut biaya publikasi.
EBSCO dan basis data lain
EBSCO adalah perusahaan penyedia basis data yang dipakai banyak perpustakaan. Jurnal yang tercakup di basis data seperti ini bisa disebut "terindeks internasional", tapi kriteria masuknya berbeda dari Scopus. Hal yang sama berlaku untuk basis data lain seperti Index Copernicus.
Google Scholar
Google Scholar adalah mesin pencari, bukan indeks yang menyeleksi kualitas jurnal. Jurnal yang hanya muncul di Google Scholar biasanya tidak dihitung sebagai jurnal internasional untuk syarat akademik.
Cocokkan dengan kebutuhanmu
| Kebutuhan | Yang biasanya diminta | Yang perlu dicek |
|---|---|---|
| Syarat lulus S2 | Bervariasi: jurnal internasional atau SINTA tertentu | Pedoman prodi |
| Syarat lulus S3 | Sering jurnal internasional bereputasi | Pedoman program doktor |
| Angka kredit dosen | Ada pembedaan jurnal internasional dan internasional bereputasi | Pedoman terbaru dan kebijakan kampus |
| Portofolio atau hibah | Tergantung skema | Panduan hibahnya |
Tabel ini hanya gambaran umum. Aturannya sering berubah dan berbeda antarkampus, jadi selalu cek pedoman yang berlaku. Rangkuman aturannya ada di syarat publikasi jurnal untuk S2, S3, dan jabatan dosen.
Pertanyaan yang harus jelas sebelum memakai jasa
- Indeks apa yang diminta kampus atau skema pengajuanmu? Scopus, Web of Science, DOAJ, atau cukup "internasional"?
- Apakah ada syarat kuartil? Misalnya minimal Q3 atau Q2.
- Jurnal apa yang dituju? Minta nama dan ISSN-nya, lalu cek sendiri di daftar sumber Scopus atau di DOAJ.
- Apakah statusnya masih aktif? Jurnal yang keluar dari Scopus tidak lagi dihitung untuk artikel yang terbit setelahnya. Caranya ada di cara cek jurnal Scopus discontinued.
- Berapa perkiraan waktunya? Jurnal internasional umumnya butuh waktu lebih lama daripada jurnal nasional, sering sekitar 3–6 bulan atau lebih.
- Apakah naskah perlu diterjemahkan atau di-proofread? Hampir semua jurnal internasional mensyaratkan bahasa Inggris yang baik.
Risiko kalau salah memilih
- Artikel terbit tapi tidak diakui, karena indeksnya tidak sesuai syarat.
- Terjebak jurnal bajakan yang meniru jurnal Scopus asli. Modusnya dibahas di modus penipuan jasa publikasi jurnal.
- Terbit di jurnal predator yang tidak melakukan peer review dengan layak. Cirinya ada di ciri jurnal predator dan cara cek jurnal Scopus asli.
- Biaya membengkak, karena APC jurnal internasional bisa jauh lebih besar. Gambarannya ada di biaya publikasi jurnal Scopus.
Menyiapkan naskah untuk jurnal internasional
Selain memilih indeks, naskahnya juga perlu siap bersaing. Editor jurnal internasional biasanya menilai kebaruan, kejelasan kontribusi, dan kualitas bahasa sejak halaman pertama. Tipsnya ada di tips menarik perhatian editor jurnal internasional. Perbandingan dengan jurnal nasional ada di perbedaan jurnal SINTA dan Scopus.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah jurnal DOAJ sama dengan jurnal Scopus? Tidak. Keduanya punya kriteria berbeda. Sebuah jurnal bisa terindeks DOAJ dan Scopus sekaligus, tapi banyak jurnal DOAJ yang tidak terindeks Scopus.
Kalau kampus hanya menulis "jurnal internasional", apa yang dipilih? Tanyakan definisinya secara tertulis ke prodi atau bagian akademik. Jangan menebak, karena perbedaan ini menentukan apakah artikelmu diterima sebagai syarat.
Apakah jurnal internasional harus berbayar? Tidak. Banyak jurnal internasional, termasuk sebagian jurnal Scopus dan DOAJ, tidak memungut APC. Biasanya waktunya lebih lama dan seleksinya ketat.
Diskusikan targetmu
Helpin Publisher mendampingi publikasi di jurnal Scopus Q1–Q4 dan jurnal internasional seperti DOAJ dan EBSCO. Kami bantu memastikan indeks yang dipilih sesuai syarat kampusmu sebelum naskah dikirim. Mulai dengan konsultasi gratis, atau lihat dulu layanan jasa publikasi jurnal kami.
Harga mulai dari semua layanan, perkiraan waktu, dan apa yang dikerjakan ada di daftar harga jasa publikasi jurnal.




