Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Scopus & Internasional16 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

9 Tips Supaya Editor Jurnal Internasional Tertarik

Cara melewati meja editor jurnal internasional: pilih jurnal tepat, tunjukkan kontribusi global, judul dan abstrak kuat, cover letter, dan bahasa rapi.

Jawaban singkat

Banyak naskah gugur di meja editor sebelum sampai ke reviewer. Cara membuat editor tertarik antara lain: pilih jurnal yang memang menerbitkan topik seperti milikmu, tunjukkan kontribusi untuk pembaca internasional, buat judul dan abstrak yang langsung menjual, tulis cover letter singkat dan meyakinkan, pastikan bahasa Inggris rapi, ikuti pedoman penulis sampai detail, dan perkuat literatur dengan rujukan internasional terbaru.

9 Tips Supaya Editor Jurnal Internasional Tertarik
Foto: ♥ jules, CC BY-SA 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya

Di jurnal internasional, terutama yang terindeks Scopus, banyak naskah sudah gugur di meja editor sebelum sampai ke reviewer. Editor biasanya memutuskan dalam waktu singkat, berdasarkan judul, abstrak, cover letter, dan kesan pertama terhadap naskah. Artinya, beberapa halaman pertama menentukan apakah risetmu diberi kesempatan.

Berikut cara membuat editor tertarik membaca lebih lanjut.

1. Pilih jurnal yang memang menerbitkan topik seperti milikmu

Editor pertama-tama bertanya: apakah naskah ini cocok untuk pembaca jurnal kami?

  • Baca Aims and Scope, lalu lihat artikel yang terbit setahun terakhir.
  • Pastikan jurnal masih aktif terindeks dan kuartilnya sesuai target. Caranya ada di arti Q1, Q2, Q3, Q4 Scopus dan cara cek jurnal Scopus yang discontinued.
  • Rujuk beberapa artikel dari jurnal itu yang benar-benar relevan. Ini menunjukkan naskahmu masuk dalam percakapan ilmiah jurnal tersebut, bukan sekadar dikirim ke mana saja.

2. Tunjukkan kontribusi untuk pembaca internasional

Kesalahan umum penulis Indonesia adalah menulis seolah pembacanya hanya orang Indonesia. Editor internasional akan bertanya: apa pelajaran dari penelitian ini untuk negara atau konteks lain?

  • Hubungkan masalah lokal dengan isu global di bidangmu.
  • Jelaskan konteks Indonesia secukupnya, misalnya kebijakan atau kondisi yang relevan, tanpa menganggap pembaca sudah tahu.
  • Tegaskan apa yang baru: teori, metode, data, atau konteks yang belum diteliti.

3. Buat judul dan abstrak yang langsung menjual

  • Judul spesifik dan informatif. Sebutkan variabel, konteks, atau metode utama. Hindari judul yang terlalu umum.
  • Abstrak memuat tujuan, metode, temuan utama dengan angka penting, dan implikasi. Banyak editor memutuskan dari abstrak saja.
  • Kata kunci memakai istilah yang dipakai literatur internasional, bukan terjemahan harfiah.

Panduan lengkapnya ada di cara menulis abstrak jurnal.

4. Tulis cover letter yang singkat dan meyakinkan

Cover letter bukan formalitas. Isinya cukup tiga atau empat paragraf:

  1. Judul naskah dan jenis artikelnya.
  2. Masalah yang diteliti dan temuan utamanya dalam dua atau tiga kalimat.
  3. Alasan naskah cocok untuk jurnal ini dan pembacanya.
  4. Pernyataan bahwa naskah orisinal dan tidak sedang dikirim ke jurnal lain.

Contoh dan templatnya ada di cara membuat cover letter jurnal.

5. Pastikan bahasa Inggrisnya rapi

Editor bisa menolak naskah yang sulit dipahami, walaupun risetnya bagus. Tanda-tanda yang sering membuat editor ragu: kalimat terlalu panjang, terjemahan mesin yang kaku, dan istilah yang tidak konsisten. Minta orang lain membaca naskah atau gunakan jasa proofreading. Lihat pentingnya proofreading artikel jurnal.

6. Ikuti pedoman penulis sampai detail

Format referensi, batas kata, struktur bagian, format gambar, pernyataan etika, ketersediaan data, dan pernyataan konflik kepentingan. Naskah yang rapi sesuai pedoman memberi kesan penulis serius dan berpengalaman.

7. Perkuat literatur dengan rujukan internasional terbaru

Naskah yang sebagian besar merujuk buku teks lama atau sumber lokal terlihat kurang mengikuti perkembangan bidangnya. Utamakan artikel jurnal internasional beberapa tahun terakhir, tanpa membuang rujukan klasik yang memang penting.

8. Jelaskan metode secara transparan

Editor dan reviewer internasional sangat memperhatikan metode. Sebutkan desain, cara memilih sampel, instrumen dan validitasnya, teknik analisis, serta izin etik bila penelitian melibatkan manusia. Keterbatasan penelitian sebaiknya ditulis jujur.

9. Sarankan reviewer dengan benar

Beberapa jurnal meminta penulis menyarankan reviewer. Pilih peneliti yang relevan dari institusi berbeda, tanpa konflik kepentingan, dan bukan rekan dekat. Saran reviewer yang asal-asalan bisa mengurangi kepercayaan editor.

Yang membuat editor langsung menolak

  • Topik di luar ruang lingkup jurnal.
  • Kontribusi tidak jelas, misalnya hanya mengulang penelitian sejenis di lokasi berbeda.
  • Similarity tinggi atau terindikasi publikasi ganda.
  • Bahasa sulit dipahami.
  • Tidak mengikuti format.

Penjelasan lengkapnya ada di alasan artikel jurnal ditolak.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah boleh mengirim email ke editor sebelum submit? Boleh, lewat pre-submission inquiry singkat untuk menanyakan kesesuaian topik. Cantumkan judul dan abstrak. Jangan mengirim pesan berulang atau meminta jaminan diterima.

Berapa lama editor biasanya memberi keputusan awal? Bervariasi. Ada yang beberapa hari, ada yang beberapa minggu. Kalau belum ada kabar dalam waktu yang jauh melebihi rata-rata jurnal itu, kirim pertanyaan status secara sopan.

Siap menargetkan jurnal internasional?

Helpin Publisher mendampingi publikasi Scopus Q1 sampai Q4, dari pemilihan jurnal, cover letter, proofreading, sampai revisi. Lihat jasa publish jurnal Scopus atau mulai dengan konsultasi gratis.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai