Ciri Jurnal Predator dan Cara Cek Jurnal Scopus Asli
Kenali ciri jurnal predator dan jurnal hijacked, lalu cek sendiri apakah jurnal benar-benar terindeks Scopus lewat daftar resmi. Panduan langkah demi langkah.
Jawaban singkat
Jurnal predator mengutamakan biaya dari penulis tanpa proses review yang layak dan sering mengaku terindeks padahal tidak, sedangkan jurnal hijacked meniru identitas jurnal asli (nama, ISSN, logo, dan website). Cek langsung apakah jurnal terindeks Scopus lewat sumber resminya. Jurnal yang tidak ada di Scopus belum tentu predator: banyak jurnal sah, termasuk sebagian besar jurnal SINTA, memang tidak terindeks Scopus.

Email undangan "Submit your paper, publish in 7 days, Scopus indexed" masih sering mampir ke inbox dosen dan mahasiswa. Sebagian memang dari jurnal sungguhan, tapi banyak yang bukan. Terbit di jurnal predator bisa membuat publikasimu tidak diakui, dan uang yang sudah dibayar sulit kembali.
Jurnal predator dan jurnal hijacked itu beda
Jurnal predator adalah jurnal yang mengutamakan biaya dari penulis tanpa proses review yang layak. Biasanya mengklaim terindeks di basis data bergengsi padahal tidak.
Jurnal hijacked lebih licik. Pelakunya meniru identitas jurnal asli: nama, ISSN, logo, susunan editor, bahkan alamat website yang hanya beda satu huruf. Karena ISSN-nya sama dengan jurnal asli, cek ISSN saja tidak cukup.
Ciri-ciri yang patut dicurigai
- Janji diterima atau terbit dalam hitungan hari. Review yang benar butuh waktu.
- Jaminan pasti diterima. Keputusan terbit ada di editor dan reviewer, tidak bisa dijamin di awal.
- Undangan massal di luar bidangmu, dengan pujian berlebihan soal "penelitian Anda yang luar biasa".
- Biaya tidak jelas atau baru muncul belakangan setelah naskah diterima.
- Alamat email editor pakai layanan gratisan, bukan domain jurnal atau penerbit.
- Dewan editor yang tidak bisa diverifikasi. Nama ada, tapi profilnya tidak bisa ditemukan atau orangnya tidak tahu namanya dipakai.
- Klaim metrik palsu, misalnya "Impact Factor 5.2" dari lembaga yang tidak dikenal.
- Scope terlalu luas, misalnya menerima topik dari kedokteran sampai ekonomi dalam satu jurnal.
Satu ciri belum tentu berarti predator. Tapi kalau beberapa ciri muncul sekaligus, sebaiknya mundur.
Cara cek jurnal benar-benar terindeks Scopus
Scopus sendiri menyediakan daftar sumber yang bisa diakses publik. Ikuti urutan ini:
- Buka scopus.com/sources langsung dari browser. Jangan klik link dari email undangan.
- Cari berdasarkan ISSN, bukan nama jurnal. ISSN lebih akurat.
- Cek "Scopus coverage years". Kalau tahunnya berhenti di masa lalu, misalnya 2015 sampai 2022, jurnal itu sudah tidak diindeks lagi (discontinued).
- Cocokkan website jurnal. Di halaman sumber Scopus ada nama penerbit dan tautan ke jurnal. Bandingkan dengan website tempat kamu akan submit. Kalau berbeda, waspadai jurnal hijacked.
- Cek daftar discontinued. Scopus menerbitkan Discontinued Sources List. Jurnal di daftar itu dikeluarkan dari indeks, biasanya karena masalah mutu atau etika publikasi.
Scopus juga menegaskan bahwa mereka tidak meminta bayaran dari penulis agar artikel terindeks. Jadi kalau ada yang menawarkan "biaya indeksasi Scopus", itu tanda bahaya.
Tambahan pengecekan
- Scimago (scimagojr.com) untuk melihat riwayat kuartil jurnal. Kalau grafiknya berhenti mendadak, cek ulang statusnya di Scopus.
- Artikel-artikel yang sudah terbit. Baca beberapa. Kalau kualitasnya jauh di bawah standar atau topiknya acak, itu sinyal buruk.
- Pengalaman rekan. Tanyakan ke dosen pembimbing atau rekan yang pernah publikasi di jurnal itu.
Arti kuartil di halaman Scopus dan Scimago dijelaskan di artikel arti Q1 sampai Q4 Scopus.
Hal yang sama berlaku untuk jurnal SINTA
Jurnal nasional juga bisa ditiru. Sebelum submit ke jurnal SINTA, cek nama dan ISSN-nya di portal SINTA, lalu pastikan alamat website yang tercantum di SINTA sama dengan website tempat kamu submit.
Kalau sudah terlanjur
Kalau naskah sudah terlanjur dikirim ke jurnal yang ternyata bermasalah:
- Kirim email penarikan naskah (withdrawal) secara tertulis ke editor.
- Jangan bayar tagihan tambahan.
- Simpan semua bukti komunikasi dan pembayaran.
- Setelah ada konfirmasi penarikan, naskah bisa dikirim ke jurnal lain.
Membedah contoh email undangan
Berikut contoh email undangan fiktif yang menggabungkan pola-pola yang sering ditemui. Ini bukan email dari jurnal sungguhan.
Dear Esteemed Researcher, we have read your outstanding paper and invite you to submit to the International Journal of Advanced Multidisciplinary Studies (Scopus indexed, Impact Factor 6.8). Fast review in 3 days, publication guaranteed within one week. Contact the editor at editor.ijams@gmail.com.
Tanda yang bisa kamu temukan:
- Pujian tanpa menyebut judul artikelmu. Ini email massal.
- Nama jurnal yang terlalu umum dan "multidisciplinary". Scope seluas ini jarang dimiliki jurnal yang selektif.
- "Impact Factor 6.8" tanpa sumber. Impact Factor resmi berasal dari Clarivate. Banyak jurnal predator memakai angka buatan.
- Review 3 hari dan terbit dijamin seminggu. Proses review yang layak tidak secepat itu, dan tidak ada yang bisa menjamin penerimaan.
- Email editor memakai layanan gratisan. Jurnal dan penerbit yang sah biasanya memakai domain resmi.
Satu tanda saja belum tentu penipuan, tapi kalau beberapa muncul sekaligus seperti contoh ini, lebih baik tinggalkan.
Jurnal discontinued: bagaimana nasib artikel yang sudah terbit?
Scopus mencatat periode cakupan setiap jurnal. Kalau sebuah jurnal dikeluarkan dari indeks, artikel yang terbit dalam periode cakupan sebelumnya umumnya tetap ada di Scopus, sedangkan artikel setelah tanggal itu tidak lagi diindeks. Karena itu, yang penting adalah status jurnal pada saat artikelmu terbit, bukan status beberapa tahun sebelumnya.
Kalau kamu baru akan submit, hindari jurnal yang sedang disorot. Tanda-tandanya: lonjakan jumlah artikel per terbitan yang tidak wajar, topik yang melebar jauh dari scope, atau kabar sedang ditinjau ulang oleh Scopus.
Ke mana melapor atau bertanya
- Status jurnal Scopus. Lewat helpdesk Scopus, dengan menyertakan judul dan ISSN jurnal. Scopus juga menerima laporan soal jurnal yang dicurigai dibajak.
- Status jurnal SINTA. Lewat helpdesk SINTA di hdsinta@kemdiktisaintek.go.id, dengan menyertakan nama jurnal dan ISSN.
- Kampus sendiri. Banyak kampus punya unit publikasi atau LPPM yang bisa membantu mengecek jurnal sebelum kamu submit, terutama untuk kebutuhan kenaikan jabatan.
Melapor juga membantu peneliti lain supaya tidak terjebak di jurnal yang sama.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah jurnal yang tidak ada di Scopus pasti predator? Tidak. Banyak jurnal yang sah dan bermutu tidak terindeks Scopus, termasuk sebagian besar jurnal SINTA. Masalahnya ada pada jurnal yang mengaku terindeks padahal tidak, atau yang tidak menjalankan review.
Apakah ada daftar resmi jurnal predator? Tidak ada satu daftar resmi yang diakui semua pihak. Daftar seperti Beall's List sudah tidak diperbarui oleh pembuat aslinya. Lebih aman mengecek langsung status indeks di sumber resmi seperti Scopus dan SINTA.
Bagaimana kalau dosen pembimbing yang menyarankan jurnalnya? Tetap cek sendiri lewat langkah di atas. Jurnal bisa berubah status, dan saran yang diberikan beberapa tahun lalu bisa saja sudah tidak berlaku.
Ingin aman dari awal?
Setiap jurnal yang direkomendasikan tim Helpin Publisher bisa kamu cek sendiri di daftar sumber Scopus atau portal SINTA sebelum submit. Lihat jasa publish jurnal Scopus, atau tanyakan jurnal incaranmu lewat konsultasi gratis.




