Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Proses Publikasi10 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

10 Alasan Artikel Jurnal Ditolak dan Cara Menghindarinya

Penyebab desk rejection dan penolakan setelah review yang paling sering, lengkap dengan cara mencegahnya dan checklist sebelum submit.

Jawaban singkat

Banyak naskah ditolak sebelum direview (desk rejection), dan penyebabnya sering bisa dicegah: topik di luar ruang lingkup jurnal (paling umum), tidak mengikuti template dan pedoman penulis, similarity terlalu tinggi, bahasa sulit dipahami, kebaruan tidak terlihat, dan naskah masih berbentuk skripsi atau laporan. Kabar desk rejection umumnya datang lebih cepat daripada penolakan setelah review.

10 Alasan Artikel Jurnal Ditolak dan Cara Menghindarinya
Foto: photosteve101, CC BY 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya

Ditolak jurnal itu biasa, bahkan untuk peneliti berpengalaman. Yang membuat frustrasi adalah ditolak tanpa tahu sebabnya, lalu mengulang kesalahan yang sama di jurnal berikutnya.

Penolakan ada dua jenis. Desk rejection terjadi ketika editor menolak naskah sebelum dikirim ke reviewer. Penolakan setelah review terjadi ketika reviewer menilai naskah belum layak terbit. Banyak naskah gugur di tahap pertama, padahal penyebabnya sering bisa dicegah.

Berikut alasan yang paling sering, dan cara menghindarinya.

Alasan desk rejection (ditolak sebelum direview)

1. Topik di luar ruang lingkup jurnal

Ini penyebab paling umum. Jurnal pendidikan matematika tidak akan memproses naskah manajemen pemasaran, sebagus apa pun naskahnya.

Cara menghindari: baca halaman Focus and Scope, lalu lihat judul-judul artikel di dua atau tiga terbitan terakhir. Kalau tidak ada yang mirip dengan topikmu, cari jurnal lain.

2. Tidak mengikuti template dan pedoman penulis

Naskah yang tidak memakai template, melebihi batas kata, atau memakai gaya sitasi yang berbeda memberi kesan penulis tidak membaca pedoman.

Cara menghindari: unduh template terbaru dari website jurnal dan ikuti pedomannya sampai detail kecil, termasuk struktur bagian, format tabel, dan gaya sitasi.

3. Similarity terlalu tinggi

Banyak jurnal mengecek similarity di awal dan langsung mengembalikan naskah yang melewati batas. Ada juga jurnal yang membatasi kecocokan dari satu sumber.

Cara menghindari: cek similarity sebelum submit dan perbaiki bagian yang cocok dengan sumber lain. Panduannya ada di batas similarity jurnal. Kalau perlu cek lewat akun resmi, Helpin menyediakan cek iThenticate dan Turnitin.

4. Bahasa sulit dipahami

Editor tidak punya waktu memperbaiki kalimat yang berbelit, salah ketik di banyak tempat, atau terjemahan mesin yang kaku. Untuk jurnal berbahasa Inggris, masalah ini lebih sering lagi.

Cara menghindari: baca ulang naskah dengan jeda beberapa hari, minta orang lain membacanya, atau gunakan jasa proofreading. Lihat pentingnya proofreading artikel jurnal.

5. Kebaruan (novelty) tidak terlihat

Editor ingin tahu apa sumbangan baru naskahmu. Kalau pendahuluan hanya mengulang teori tanpa menunjukkan celah penelitian, naskah dianggap tidak menambah apa-apa.

Cara menghindari: tunjukkan celah penelitian secara eksplisit di akhir pendahuluan. Tulis apa yang belum diteliti, lalu apa yang dilakukan penelitianmu untuk mengisinya.

6. Masih berbentuk skripsi atau laporan

Naskah yang terlalu panjang, berisi bab teori yang lebar, atau memakai gaya bahasa laporan langsung terlihat sebagai skripsi yang dipindah tanpa diolah.

Cara menghindari: ringkas dan susun ulang sesuai format artikel. Langkahnya ada di cara mengubah skripsi jadi artikel jurnal.

7. Abstrak dan judul lemah

Editor sering memutuskan dari judul dan abstrak. Abstrak yang tidak menyebut metode dan temuan utama membuat naskah terlihat belum matang.

Cara menghindari: pastikan abstrak memuat tujuan, metode, temuan utama, dan implikasi. Lihat cara menulis abstrak jurnal.

Alasan penolakan setelah review

8. Metodologi lemah atau kurang jelas

Sampel terlalu kecil tanpa alasan, instrumen tidak diuji, analisis tidak sesuai dengan data, atau langkah penelitian tidak bisa diulang oleh orang lain.

Cara menghindari: jelaskan desain, sampel, instrumen, dan teknik analisis secara rinci. Sebutkan juga keterbatasan penelitian dengan jujur.

9. Pembahasan hanya mengulang hasil

Reviewer ingin melihat makna temuan: apa artinya, bagaimana posisinya dibanding penelitian lain, dan apa implikasinya. Pembahasan yang hanya mengulang angka di tabel sering jadi alasan penolakan.

Cara menghindari: bandingkan temuanmu dengan penelitian terdahulu, jelaskan alasan persamaan atau perbedaannya, lalu tarik implikasi praktis atau teoretis.

10. Referensi usang atau tidak relevan

Banyak jurnal mengharapkan sebagian besar referensi berasal dari artikel jurnal terbaru, misalnya terbitan lima sampai sepuluh tahun terakhir. Naskah yang didominasi buku teks lama terlihat tidak mengikuti perkembangan bidangnya.

Cara menghindari: perbarui tinjauan pustaka dengan artikel jurnal terbaru, termasuk dari jurnal tujuan kalau relevan.

Masalah etika: penolakan yang paling serius

Beberapa hal bisa membuat naskah ditolak dan penulis masuk catatan jurnal:

  • Mengirim naskah yang sama ke dua jurnal sekaligus.
  • Plagiarisme, termasuk menyalin dari karya sendiri yang sudah terbit tanpa menyebutkannya.
  • Data yang dimanipulasi atau dibuat-buat.
  • Memasukkan nama penulis yang tidak ikut berkontribusi.

Kalau naskah sudah ditolak, lalu apa?

  1. Baca alasan penolakan dengan tenang. Bedakan masalah kesesuaian jurnal dengan masalah kualitas naskah.
  2. Perbaiki naskah dulu, terutama kalau ada komentar reviewer. Komentar itu adalah masukan gratis.
  3. Pilih jurnal baru yang lebih sesuai, lalu sesuaikan template dan gaya sitasinya.
  4. Cek ulang similarity sebelum submit ulang.

Jangan langsung mengirim naskah yang sama tanpa perubahan ke jurnal lain. Masalah yang sama kemungkinan besar akan ditemukan lagi.

Checklist sebelum submit

  • Topik sesuai Focus and Scope jurnal
  • Memakai template terbaru dan gaya sitasi jurnal
  • Similarity di bawah batas jurnal
  • Celah penelitian dan kebaruan tertulis jelas
  • Metode bisa diulang orang lain
  • Pembahasan membandingkan dengan penelitian terdahulu
  • Referensi didominasi artikel jurnal terbaru
  • Bahasa sudah dibaca ulang atau di-proofread

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa lama biasanya kabar desk rejection datang? Umumnya lebih cepat daripada penolakan setelah review, karena naskah belum dikirim ke reviewer. Bisa dalam hitungan hari sampai beberapa minggu, tergantung jurnal.

Bolehkah meminta editor mempertimbangkan ulang? Boleh, lewat surat banding yang sopan, kalau kamu yakin ada salah paham. Sertakan alasan yang kuat. Kalau penolakannya karena topik di luar ruang lingkup, lebih baik pindah jurnal.

Ingin peluang diterima lebih besar?

Helpin Publisher membantu memilih jurnal yang sesuai, merapikan naskah, dan mendampingi revisi reviewer. Kalau naskah tetap ditolak, ada garansi transfer jurnal: naskah dialihkan ke jurnal lain yang sesuai. Mulai dengan konsultasi gratis atau lihat jasa publikasi jurnal.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai