Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Menulis Naskah10 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Proofreading Artikel Jurnal: Manfaat, Proses, dan Cakupan

Apa bedanya proofreading, editing, dan terjemahan? Kapan naskah jurnal perlu di-proofread, apa saja yang diperiksa, dan aturan memakai alat AI sebelum submit.

Jawaban singkat

Proofreading memperbaiki ejaan, tata bahasa, tanda baca, serta konsistensi istilah dan format, dan berbeda dengan editing dan terjemahan. Proofreading memperbaiki bahasa, bukan kualitas penelitian, jadi tidak menjamin naskah diterima, tetapi naskah yang bahasanya jelas lebih mungkin dibaca dan dinilai adil oleh editor dan reviewer. Waktu pengerjaan tergantung panjang naskah dan tingkat perbaikan.

Proofreading Artikel Jurnal: Manfaat, Proses, dan Cakupan
Foto: Nic's events, CC BY-SA 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya, dirilis ulang dengan lisensi yang sama

Banyak naskah ditolak bukan karena penelitiannya lemah, tapi karena bahasanya sulit dipahami. Editor jurnal yang menerima puluhan naskah per bulan jarang punya waktu membaca naskah yang kalimatnya berbelit atau penuh salah ketik, apalagi untuk jurnal berbahasa Inggris.

Di sinilah proofreading berperan. Artikel ini membahas apa itu proofreading, bedanya dengan editing dan terjemahan, apa saja yang diperiksa, dan cara memakai alat bantu dengan aman.

Proofreading, editing, dan terjemahan itu berbeda

Layanan Fokus Cocok untuk
Proofreading Ejaan, tata bahasa, tanda baca, konsistensi istilah dan format Naskah yang isinya sudah matang
Language editing Kejelasan kalimat, alur paragraf, pilihan kata akademik Naskah yang bahasanya masih kaku atau berbelit
Substantive editing Struktur argumen, kelengkapan bagian, logika pembahasan Naskah yang strukturnya belum rapi
Terjemahan Mengalihkan naskah dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris Naskah yang ditulis dalam bahasa Indonesia untuk jurnal internasional

Banyak penyedia jasa menggabungkan beberapa layanan ini. Pastikan kamu tahu layanan mana yang sebenarnya kamu butuhkan.

Kapan naskah perlu di-proofread?

  • Sebelum submit ke jurnal berbahasa Inggris, terutama jurnal internasional dan Scopus. Reviewer sering meminta perbaikan bahasa kalau naskahnya kurang rapi.
  • Setelah revisi besar, karena perubahan di banyak tempat sering memunculkan kalimat yang tidak nyambung.
  • Untuk abstrak berbahasa Inggris di jurnal SINTA, karena abstrak adalah bagian yang pertama dibaca editor dan muncul di hasil pencarian.
  • Saat reviewer secara eksplisit meminta, misalnya dengan komentar "the manuscript needs language editing".

Apa saja yang diperiksa dalam proofreading?

  • Ejaan dan salah ketik
  • Tata bahasa: subjek dan predikat, tenses, bentuk tunggal dan jamak
  • Tanda baca dan penulisan angka
  • Konsistensi istilah, misalnya tidak berganti-ganti antara "respondent" dan "participant" tanpa alasan
  • Konsistensi singkatan: ditulis lengkap saat pertama muncul
  • Format tabel, gambar, dan keterangannya
  • Kesesuaian sitasi di teks dengan daftar pustaka
  • Konsistensi gaya sitasi sesuai permintaan jurnal

Proofreading sendiri sebelum ke orang lain

Beberapa kebiasaan yang membantu:

  1. Beri jeda. Baca ulang naskah setelah satu atau dua hari, bukan langsung setelah selesai menulis.
  2. Baca keras-keras. Kalimat yang terlalu panjang atau janggal lebih mudah tertangkap.
  3. Satu jenis pemeriksaan per putaran. Putaran pertama untuk isi, putaran kedua untuk tata bahasa, putaran ketiga untuk format dan sitasi.
  4. Cetak atau ganti tampilan. Membaca di kertas atau dengan ukuran huruf berbeda membantu mata menangkap salah ketik.
  5. Cek daftar pustaka terpisah. Cocokkan setiap sitasi di teks dengan entri di daftar pustaka.

Memakai alat bantu dan AI dengan aman

Pemeriksa ejaan dan tata bahasa seperti fitur bawaan Word atau Grammarly membantu menangkap kesalahan dasar. Alat AI generatif juga bisa membantu memperbaiki kalimat. Tapi ada aturan yang perlu diperhatikan:

  • Banyak penerbit mewajibkan pengungkapan. Elsevier, misalnya, meminta penulis menyatakan penggunaan AI generatif dalam naskah, dan pernyataan itu ikut terbit. Pemeriksa ejaan dan tata bahasa biasa serta reference manager tidak termasuk yang wajib diungkapkan.
  • AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis. Tanggung jawab atas isi tetap pada penulis.
  • Periksa ulang hasilnya. AI bisa mengubah makna kalimat, terutama istilah teknis dan hasil statistik.
  • Cek kebijakan jurnal tujuan. Setiap jurnal bisa punya aturan sendiri, termasuk jurnal SINTA.

Jangan pernah memakai AI untuk mengarang rujukan. Rujukan palsu mudah ketahuan dan bisa membuat naskah langsung ditolak.

Cara memilih jasa proofreading

  • Tanyakan apakah proofreader paham bidang ilmumu. Istilah teknis kesehatan, hukum, dan teknik berbeda jauh.
  • Minta hasil dalam format Track Changes, supaya kamu bisa melihat dan menyetujui setiap perubahan.
  • Tanyakan apakah ada pemeriksaan ulang gratis setelah revisi.
  • Pastikan kerahasiaan naskah dijaga, karena penelitianmu belum terbit.

Kesalahan bahasa Inggris yang sering muncul di naskah penulis Indonesia

Beberapa pola ini sering ditemui dan mudah diperbaiki sendiri:

Sering ditulis Lebih tepat Alasan
This research aims to know the effect of... This study aims to examine the effect of... "To know" terdengar kaku dalam tulisan akademik
Based on the result of the research... The results show that... Lebih ringkas dan langsung
According to Smith (2020) said that... According to Smith (2020), ... atau Smith (2020) stated that... "According to" dan "said" tidak dipakai bersamaan
The respondents was... The respondents were... Subjek jamak memakai kata kerja jamak
In this modern era, ... (dihapus, langsung ke inti kalimat) Pembuka umum yang tidak menambah informasi
Datas, informations Data, information Kata yang tidak memakai akhiran -s

Kesalahan seperti ini kecil, tapi kalau muncul berulang di abstrak, kesan pertama editor terhadap naskahmu bisa langsung turun.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah proofreading menjamin naskah diterima? Tidak. Proofreading memperbaiki bahasa, bukan kualitas penelitian. Tapi naskah yang bahasanya jelas lebih mungkin dibaca dan dinilai secara adil oleh editor dan reviewer.

Berapa lama proses proofreading? Tergantung panjang naskah dan tingkat perbaikan yang dibutuhkan. Untuk satu artikel jurnal, biasanya beberapa hari kerja.

Apakah naskah berbahasa Indonesia juga perlu proofreading? Perlu, terutama untuk konsistensi istilah, ejaan sesuai kaidah, dan abstrak berbahasa Inggris yang hampir selalu diminta jurnal SINTA.

Butuh proofreading untuk naskahmu?

Helpin Publisher menyediakan layanan editing dan proofreading untuk naskah berbahasa Indonesia dan Inggris, termasuk pemeriksaan konsistensi referensi dan format jurnal. Lihat daftar layanan pendukung di halaman layanan, atau langsung konsultasi gratis.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai