Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Success Story30 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Karya Pertama Langsung SINTA 3 sebagai Penulis Tunggal: Kisah Naufal, Mahasiswa UIN Madura

Ahmad Naufal Afifi menerbitkan karya ilmiah pertamanya di jurnal SINTA 3 tanpa rekan penulis. Ini perjalanannya selama sekitar lima bulan, plus hal yang perlu kamu tahu sebelum menulis sendirian.

Jawaban singkat

Ahmad Naufal Afifi, mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Madura, menerbitkan karya ilmiah pertamanya di jurnal nasional terakreditasi SINTA 3 sebagai satu-satunya penulis, setelah sekitar lima bulan meneliti dan menulis sendirian. Menulis sendirian punya kelebihan dan tantangan; pilih topik yang benar-benar kamu kuasai.

Karya Pertama Langsung SINTA 3 sebagai Penulis Tunggal: Kisah Naufal, Mahasiswa UIN Madura
Desain: Helpin Publisher, dari unggahan Instagram @helpinpublisher.

Menulis artikel jurnal sendirian sering terdengar menakutkan, apalagi untuk karya pertama. Ahmad Naufal Afifi, mahasiswa UIN Madura, tetap mencobanya. Karya ilmiah pertamanya terbit di jurnal nasional terakreditasi SINTA 3, dengan namanya sebagai satu-satunya penulis.

Naufal adalah salah satu penulis yang didampingi Helpin Publisher. Kisahnya sebelumnya kami bagikan lewat unggahan kolaborasi bersama Naufal di Instagram.

Siapa Naufal

Naufal kuliah di UIN Madura dengan fokus Bimbingan Penyuluhan Islam. Ia tidak menulis hanya untuk syarat kelulusan. Menurut ceritanya, ia ingin menjadi orang pertama di keluarganya yang menjadi peneliti dan berkontribusi nyata untuk dunia pendidikan di Indonesia.

Lima bulan menulis sendirian

Selama sekitar lima bulan, Naufal menjalani proses penelitian tanpa rekan penulis. Tidak ada yang berbagi beban. Ia mengerjakan semuanya dari nol: menyusun gagasan, mengumpulkan rujukan, menulis, sampai merevisi.

Dengan pendampingan yang terstruktur, naskahnya lolos review dan terbit di jurnal SINTA 3. Karya pertama, penulis tunggal, dan langsung terindeks.

Naufal menutup ceritanya dengan satu pegangan: sebanyak apa pun yang diusahakan, jangan pernah lupa melibatkan Tuhan.

Boleh tidak menulis artikel jurnal sendirian?

Boleh. Tidak ada aturan umum yang mewajibkan artikel jurnal ditulis lebih dari satu orang. Yang penting, nama yang tercantum sebagai penulis memang orang yang berkontribusi nyata pada penelitian dan penulisannya.

Pertanyaan yang sering muncul adalah soal dosen pembimbing. Dosen dicantumkan sebagai penulis kalau ia ikut menyumbang ide, analisis, atau penulisan. Kalau artikelmu berasal dari skripsi atau tugas yang dibimbing dosen, diskusikan dulu dengannya sebelum submit sebagai penulis tunggal. Sebagian kampus juga punya aturan sendiri soal ini.

Kelebihan dan tantangan menjadi penulis tunggal

Kelebihannya:

  • Kamu memegang penuh arah tulisan dan keputusan revisi.
  • Kontribusimu terlihat jelas di profil Google Scholar dan SINTA.
  • Kamu belajar seluruh proses publikasi, dari awal sampai terbit.

Tantangannya:

  • Semua pekerjaan ada di tanganmu, dari tinjauan pustaka sampai format naskah.
  • Tidak ada rekan yang mengecek kesalahan sebelum naskah dikirim.
  • Membalas komentar reviewer harus kamu kerjakan sendiri.

Tips kalau kamu ingin menulis sendirian

1. Pilih topik yang benar-benar kamu kuasai

Menulis sendirian berarti tidak ada rekan yang menutup celah pengetahuanmu. Pilih topik yang dekat dengan bidang studimu dan sudah sering kamu baca.

2. Buat jadwal kerja yang realistis

Naufal butuh sekitar lima bulan. Bagi pekerjaan menjadi tahap: kerangka, tinjauan pustaka, metode, hasil dan pembahasan, lalu revisi. Beri tenggat untuk tiap tahap.

3. Minta orang lain membaca naskahmu

Penulis tunggal tetap butuh pembaca kedua. Minta dosen, teman, atau pendamping publikasi membaca naskah sebelum submit. Kesalahan yang tidak kamu lihat sering langsung terlihat oleh orang lain. Lihat juga kapan artikel jurnal perlu proofreading.

4. Siapkan mental untuk revisi

Hampir semua artikel melewati revisi. Baca cara membalas komentar reviewer supaya kamu tidak kaget saat komentar pertama datang.

Pelajaran dari kisah Naufal

Naufal membuktikan bahwa karya pertama tidak harus menunggu ada tim. Yang ia butuhkan adalah tekad, waktu yang cukup, dan pendampingan di bagian yang belum ia kuasai.

Kalau kamu ingin menempuh jalan yang sama, konsultasikan naskahmu gratis dengan tim Helpin Publisher. Kami bantu menilai kesiapan naskah dan mendampingi prosesnya. Keputusan diterima atau tidaknya artikel tetap ada di editor dan reviewer jurnal. Kalau targetmu jurnal peringkat ini, lihat jasa publikasi jurnal SINTA 3.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah artikel penulis tunggal dinilai lebih rendah?

Tidak. Jurnal menilai kualitas naskah, bukan jumlah penulisnya. Artikel penulis tunggal diperlakukan sama dalam proses review.

Berapa lama proses publikasi di jurnal SINTA?

Waktunya berbeda di tiap jurnal, tergantung antrean naskah dan jumlah revisi. Gambaran umumnya ada di berapa lama proses publikasi jurnal.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai