Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Success Story10 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Skripsi Hukum Tembus Jurnal SINTA 2: Kisah Tegar

Skripsi Tegar soal keracunan program Makan Bergizi Gratis terbit di Jurnal Bina Praja (SINTA 2). Ini perjalanannya dan cara memilih topik skripsi hukum.

Jawaban singkat

Tegar Raffi Putra Jumantoro, lulusan Fakultas Hukum Universitas Jember, mengembangkan skripsinya menjadi artikel yang terbit di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2. Ia lulus cumlaude dalam 3 tahun 5 bulan dengan IPK 3,94. Kuncinya memilih topik dari berita yang sedang ramai lalu mengubahnya menjadi pertanyaan hukum yang tajam; langkah ini bisa ditiru saat mencari judul skripsi hukum.

Skripsi Hukum Tembus Jurnal SINTA 2: Kisah Tegar
Desain: Helpin Publisher. Foto: dokumentasi Tegar Raffi Putra Jumantoro.

Banyak mahasiswa mengira skripsi hanya berakhir di rak perpustakaan kampus. Kisah Tegar Raffi Putra Jumantoro menunjukkan hal yang berbeda. Skripsinya di Fakultas Hukum Universitas Jember dikembangkan menjadi artikel ilmiah dan terbit di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2.

Yang menarik bukan hanya hasilnya, tapi cara ia memilih topik. Tegar berangkat dari berita yang sedang ramai dibicarakan, lalu mengubahnya menjadi pertanyaan hukum yang tajam. Langkah ini bisa ditiru siapa pun yang sedang mencari judul skripsi.

Siapa Tegar dan apa yang ia teliti

Tegar adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Jember. Seperti yang ia bagikan lewat unggahan kolaborasi di Instagram Helpin Publisher, ia lulus cumlaude dalam 3 tahun 5 bulan dengan IPK 3,94. Ia juga tercatat sebagai Juara II Mahasiswa Berprestasi Universitas Jember 2025.

Artikelnya berjudul Legal Liability of Free Nutritious Meal Program Organizers toward Third-Party Beneficiaries in Mass Poisoning Incidents. Artikel ini ditulis bersama Ermanto Fahamsyah dan terbit di Jurnal Bina Praja pada 2026, dengan DOI 10.21787/jbp.18.2026.2951. Jurnal Bina Praja dikelola Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri dan berstatus terakreditasi SINTA 2 di portal SINTA.

Kalau belum paham arti peringkat ini, baca dulu penjelasan peringkat SINTA.

Dari kegelisahan menjadi pertanyaan penelitian

Titik awalnya sederhana. Tegar gelisah melihat banyaknya pemberitaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis. Dari situ muncul pertanyaan: kalau siswa keracunan, siapa yang harus bertanggung jawab secara hukum?

Pertanyaan ini kuat karena tiga hal:

  1. Relevan. Isunya menyangkut banyak orang dan sedang dibicarakan publik.
  2. Spesifik. Bukan "MBG secara umum", tapi tanggung jawab hukum penyelenggara saat terjadi keracunan.
  3. Bisa dijawab dengan ilmu hukum. Ada pihak, ada hubungan hukum, ada akibat yang bisa dianalisis.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa siswa yang menjadi korban dapat diposisikan sebagai pihak ketiga penerima manfaat yang dilindungi hukum. Artinya, siswa punya dasar untuk menuntut pertanggungjawaban, walaupun mereka bukan pihak yang menandatangani perjanjian penyelenggaraan program.

Dari skripsi ke artikel jurnal

Setelah skripsinya selesai, dosen pembimbing menyarankan agar penelitian itu dikembangkan menjadi artikel ilmiah. Menurut Tegar, prosesnya relatif lancar. Revisi yang ia terima tergolong ringan, terutama soal tata bahasa dan penyesuaian naskah dengan ketentuan jurnal.

Revisi ringan seperti ini jarang terjadi kebetulan. Biasanya naskahnya sudah punya argumen yang jelas sejak awal, dan bahasanya sudah rapi. Jurnal Bina Praja menerbitkan artikel dalam bahasa Inggris, jadi kualitas bahasa ikut menentukan.

Kalau kamu ingin menempuh jalan yang sama, langkah teknisnya sudah kami bahas di cara mengubah skripsi jadi artikel jurnal. Untuk urusan bahasa, lihat juga kapan artikel jurnal perlu proofreading.

Cara memilih topik skripsi hukum dari isu aktual

Dari perjalanan Tegar, ada pola yang bisa kamu pakai saat mencari judul skripsi hukum.

1. Mulai dari peristiwa nyata

Baca berita, putusan pengadilan, atau kebijakan baru yang sedang ramai. Catat peristiwa yang membuatmu bertanya "ini salah siapa?" atau "aturannya bagaimana?". Rasa penasaran seperti itu bahan bakar yang baik untuk penelitian berbulan-bulan.

2. Ubah peristiwa menjadi pertanyaan hukum

Peristiwa belum tentu bisa langsung diteliti. Ubah menjadi pertanyaan yang jelas subjek dan dasar hukumnya. Contohnya, "kasus keracunan MBG" diubah menjadi "bagaimana tanggung jawab hukum penyelenggara terhadap siswa yang menjadi korban".

3. Pilih satu sudut pandang

Satu peristiwa bisa dilihat dari hukum perdata, pidana, administrasi negara, atau perlindungan konsumen. Pilih satu sudut supaya analisismu dalam, bukan melebar. Penelitian Tegar fokus pada tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga penerima manfaat. Ia tidak mencoba membahas semua aspek sekaligus.

4. Cek apakah topiknya sudah banyak diteliti

Cari kata kuncinya di Google Scholar dan Garuda. Kalau sudah banyak artikel yang membahas sudut yang sama, cari celah lain. Misalnya pihak yang berbeda, aturan yang lebih baru, atau wilayah yang belum diteliti.

5. Libatkan dosen pembimbing sejak awal

Saran untuk mengembangkan skripsi Tegar menjadi artikel datang dari dosen pembimbingnya, yang juga tercatat sebagai penulis kedua. Diskusikan sejak awal kemungkinan publikasi, supaya struktur skripsimu tidak perlu dirombak total nanti.

Contoh pola judul dari isu aktual

Pola-pola ini bisa kamu isi dengan isu yang sedang kamu amati:

  • Tanggung Jawab Hukum [pihak] terhadap [korban] dalam [peristiwa]
  • Perlindungan Hukum bagi [kelompok] atas [masalah] Ditinjau dari [undang-undang]
  • Kepastian Hukum [kebijakan baru] bagi [pihak yang terdampak]
  • Analisis Yuridis [putusan atau kasus] dalam Perspektif [bidang hukum]

Contohnya, isu kebocoran data pribadi bisa diteliti lewat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Pastikan judulnya tetap menyebut satu pihak, satu masalah, dan satu dasar hukum yang jelas.

Pelajaran dari kisah Tegar

Tegar pernah menulis bahwa karya adalah warisan yang paling bernilai, karena akan terus dibaca dan dipakai bahkan setelah penciptanya tiada. Skripsi yang hanya disimpan di perpustakaan sulit menjadi warisan seperti itu. Artikel jurnal bisa.

Kalau skripsimu membahas isu yang relevan dan argumennya kuat, peluang untuk menerbitkannya terbuka lebar. Tetap ingat, keputusan akhir ada di editor dan reviewer jurnal. Persiapan yang matang membuat peluangmu lebih besar.

Punya skripsi yang ingin dikembangkan jadi artikel jurnal? Konsultasikan naskahmu gratis dengan tim Helpin Publisher. Kami bantu menilai kesiapan naskah dan memilih jurnal yang sesuai bidangmu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah skripsi S1 bisa terbit di jurnal SINTA 2?

Bisa, asalkan naskahnya memenuhi standar jurnal: topik relevan, argumen kuat, metode jelas, dan bahasa rapi. Kisah Tegar adalah salah satu contohnya. Persaingan di SINTA 2 lebih ketat daripada di peringkat di bawahnya, jadi persiapannya juga harus lebih matang.

Apakah dosen pembimbing harus ikut jadi penulis?

Tidak selalu, tapi cukup umum. Kalau dosen ikut berkontribusi pada ide, analisis, atau penulisan, wajar dicantumkan sebagai penulis. Bicarakan urutan penulis sejak awal supaya tidak menjadi masalah belakangan.

Isu aktual atau isu yang sudah lama, mana yang lebih baik?

Isu aktual menarik bagi jurnal karena relevan. Tapi isu lama yang dilihat dari sudut baru juga bisa sama kuatnya. Yang terpenting adalah kebaruan pertanyaan penelitianmu, bukan kebaruan beritanya.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai