Perbedaan Artikel dan Jurnal Ilmiah, Jangan Sampai Tertukar
Artikel adalah tulisannya, jurnal adalah wadahnya. Penjelasan perbedaan artikel dan jurnal, istilah yang sering tertukar, dan jenis-jenis artikel di jurnal.
Jawaban singkat
Artikel ilmiah adalah satu tulisan hasil penelitian atau kajian oleh satu atau beberapa penulis, biasanya 4.000 sampai 8.000 kata menurut aturan jurnal, sedangkan jurnal adalah wadah tempat artikel itu terbit. Penulis 'punya artikel', bukan 'punya jurnal', kecuali mengelola jurnal sebagai editor. Tulisan di blog atau media massa bukan artikel ilmiah karena tidak melewati peer review.

"Sudah punya jurnal?" sering dipakai untuk menanyakan apakah seseorang sudah menerbitkan tulisan ilmiah. Padahal yang ditulis peneliti adalah artikel, sedangkan jurnal adalah wadah tempat artikel itu terbit. Kekeliruan kecil ini bisa membuat bingung saat membaca syarat kampus, menulis CV, atau berkomunikasi dengan editor.
Artikel ini menjelaskan bedanya, beserta istilah lain yang sering tertukar.
Pengertian singkat
- Artikel ilmiah adalah satu tulisan hasil penelitian atau kajian, ditulis oleh satu atau beberapa penulis. Panjangnya biasanya 4.000 sampai 8.000 kata, tergantung aturan jurnal.
- Jurnal ilmiah adalah terbitan berkala yang memuat banyak artikel dari berbagai penulis dalam satu bidang. Jurnal punya nama, ISSN, dewan editor, dan jadwal terbit.
Analogi sederhananya: jurnal adalah majalah, artikel adalah tulisan di dalamnya. Kalimat yang tepat adalah "artikel saya terbit di jurnal X", bukan "jurnal saya terbit".
Tabel perbedaan
| Aspek | Artikel ilmiah | Jurnal ilmiah |
|---|---|---|
| Bentuk | Satu tulisan | Kumpulan banyak artikel |
| Pembuat | Penulis atau tim peneliti | Pengelola jurnal, biasanya kampus, asosiasi, atau penerbit |
| Identitas | Judul, nama penulis, DOI | Nama jurnal, ISSN, volume, dan nomor |
| Peringkat | Tidak punya peringkat sendiri | Punya akreditasi atau indeks, misalnya SINTA atau Scopus |
| Yang dinilai | Isi dan metodenya, oleh reviewer | Pengelolaannya, oleh lembaga akreditasi atau pengindeks |
Karena peringkat melekat pada jurnal, istilah "artikel SINTA 3" sebenarnya berarti artikel yang terbit di jurnal berperingkat SINTA 3. Penjelasan peringkatnya ada di perbedaan SINTA 1 sampai 6.
Istilah lain yang sering tertukar
Volume dan nomor (issue). Jurnal terbit dalam volume, biasanya satu volume per tahun, dan setiap volume terdiri dari beberapa nomor. Contoh "Vol. 5 No. 2" berarti terbitan kedua di volume kelima.
Paper dan manuskrip. "Paper" dipakai bergantian dengan artikel. "Manuskrip" atau "naskah" adalah artikel yang belum terbit, misalnya saat masih di tahap review.
Prosiding. Kumpulan makalah dari sebuah seminar atau konferensi. Bentuknya mirip jurnal, tapi bukan terbitan berkala. Bedanya dibahas di perbedaan prosiding dan jurnal.
Skripsi, tesis, dan disertasi. Laporan tugas akhir yang panjang dan berbentuk bab. Isinya bisa diolah menjadi artikel, tapi tidak bisa dikirim apa adanya. Caranya ada di cara mengubah skripsi jadi artikel jurnal.
DOI dan ISSN. DOI adalah kode untuk satu artikel, sedangkan ISSN adalah nomor untuk jurnalnya. Lihat DOI jurnal adalah.
Jenis-jenis artikel di jurnal
Tidak semua artikel di jurnal adalah hasil penelitian. Jenis yang umum:
- Artikel penelitian (research article): hasil penelitian asli dengan metode, data, dan temuan.
- Artikel tinjauan (review article): merangkum dan menganalisis banyak penelitian tentang satu topik. Contohnya systematic review.
- Artikel konseptual: mengembangkan gagasan atau model teoretis tanpa data baru.
- Laporan kasus (case report): umum di bidang kesehatan dan hukum.
- Tinjauan buku (book review) dan editorial.
Setiap jurnal menyebut jenis artikel yang diterimanya di halaman Author Guidelines. Pilih jenis yang sesuai sebelum menulis.
Kenapa perbedaan ini penting?
- Membaca syarat dengan benar. "Wajib publikasi di jurnal minimal SINTA 4" berarti artikelmu harus terbit di jurnal yang peringkatnya SINTA 4 ke atas.
- Menulis CV dan laporan. Tulis daftar publikasi per artikel: nama penulis, tahun, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI.
- Mencari referensi. Di Google Scholar kamu mencari artikel. Untuk menilai kredibilitasnya, cek jurnal tempat artikel itu terbit.
- Berkomunikasi dengan editor. Editor mengelola jurnal, reviewer menilai artikel. Keduanya peran yang berbeda.
Contoh penulisan yang tepat
Kurang tepat: "Saya sudah punya dua jurnal SINTA." Lebih tepat: "Saya sudah menerbitkan dua artikel di jurnal terakreditasi SINTA."
Kurang tepat: "Jurnal saya ditolak." Lebih tepat: "Artikel saya ditolak oleh Jurnal X."
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah satu orang bisa "punya jurnal"? Bisa, dalam arti mengelola jurnal sebagai editor. Tapi untuk penulis, yang dimiliki adalah artikel yang terbit di jurnal.
Apakah artikel di blog atau media massa termasuk artikel ilmiah? Tidak. Artikel ilmiah melewati telaah sejawat (peer review) dan terbit di jurnal atau prosiding.
Bolehkah artikel yang sama terbit di dua jurnal? Tidak. Itu disebut publikasi ganda dan melanggar etika publikasi.
Siap mengubah penelitianmu jadi artikel?
Helpin Publisher membantu dari menyusun naskah, memilih jurnal yang sesuai, sampai pendampingan revisi. Mulai dengan konsultasi gratis atau lihat jasa publikasi jurnal.




