Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Menulis Naskah22 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Cara Menulis Pendahuluan Artikel Jurnal dengan Pola Corong

Struktur pendahuluan artikel jurnal yang efektif: konteks masalah, penelitian terdahulu, celah penelitian, dan tujuan, dengan contoh kalimat dan checklist.

Jawaban singkat

Pendahuluan artikel jurnal yang efektif berbentuk corong (dari umum ke khusus) dan menjawab empat pertanyaan: apa masalahnya dan kenapa penting, apa yang sudah diketahui dari penelitian sebelumnya, apa celah penelitiannya, dan apa yang dilakukan penelitianmu. Urutannya: konteks masalah, penelitian terdahulu, celah penelitian, lalu tujuan dan kontribusi. Boleh menulis pendahuluan paling akhir, setelah hasil dan pembahasan selesai.

Cara Menulis Pendahuluan Artikel Jurnal dengan Pola Corong
Foto: Ak~i, CC BY 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya

Pendahuluan adalah bagian yang paling menentukan apakah editor mau membaca naskahmu lebih jauh. Di sinilah kamu meyakinkan pembaca bahwa masalahnya penting, belum terjawab, dan penelitianmu mengisi celah itu. Sayangnya, banyak pendahuluan justru berisi latar belakang panjang ala skripsi tanpa arah yang jelas.

Artikel ini menjelaskan struktur pendahuluan yang efektif, lengkap dengan contoh.

Fungsi pendahuluan

Pendahuluan yang baik menjawab empat pertanyaan pembaca:

  1. Apa masalahnya, dan kenapa penting?
  2. Apa yang sudah diketahui dari penelitian sebelumnya?
  3. Apa yang belum diketahui (celah penelitian)?
  4. Apa yang dilakukan penelitian ini untuk mengisi celah itu?

Kalau keempatnya terjawab dengan runtut, editor bisa langsung melihat kontribusi naskahmu.

Struktur corong (dari umum ke khusus)

Banyak penulis memakai pola corong, yaitu bergerak dari konteks luas ke tujuan penelitian yang spesifik.

Paragraf 1: Konteks dan pentingnya masalah

Mulai dari masalah nyata, didukung data atau rujukan. Hindari pembuka yang terlalu umum, misalnya "Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi bangsa."

Kurang kuat: "Teknologi berkembang sangat pesat di era globalisasi." Lebih kuat: "Sebanyak sekian persen siswa SMP di wilayah X belum memenuhi standar literasi membaca menurut asesmen nasional terakhir (sumber, tahun)."

Paragraf 2–3: Apa yang sudah diteliti

Rangkum penelitian terdahulu yang paling relevan. Jangan sekadar menderet "Si A meneliti..., si B meneliti...". Kelompokkan berdasarkan temuan atau pendekatan, lalu tunjukkan pola besarnya.

"Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa X meningkatkan Y pada siswa SD (A, 2022; B, 2023). Namun, sebagian besar dilakukan di perkotaan dan memakai desain eksperimen jangka pendek (C, 2024)."

Tulis rangkuman ini dengan kalimatmu sendiri supaya similarity tidak menumpuk di pendahuluan. Tekniknya ada di cara parafrase yang benar dengan contoh di blog helpin.id.

Paragraf 4: Celah penelitian

Ini bagian terpenting. Sebutkan secara eksplisit apa yang belum diketahui. Celah bisa berupa:

  • konteks yang belum diteliti, misalnya wilayah, kelompok, atau jenjang tertentu;
  • metode yang belum dipakai;
  • hasil penelitian sebelumnya yang saling bertentangan;
  • kebijakan atau fenomena baru yang belum dikaji.

"Belum ada penelitian yang menguji X pada siswa SMP di wilayah perdesaan dengan desain longitudinal."

Paragraf 5: Tujuan dan kontribusi

Tutup dengan tujuan penelitian dan, bila jurnal mengizinkan, kontribusi atau kebaruannya.

"Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh X terhadap Y pada siswa SMP di wilayah perdesaan selama satu semester. Hasilnya diharapkan menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang program literasi."

Panjang ideal

Umumnya pendahuluan artikel jurnal sekitar 10–15 persen dari total naskah, sering kali 4–6 paragraf. Ikuti contoh artikel di jurnal tujuanmu. Beberapa jurnal memisahkan tinjauan pustaka ke subbagian sendiri, sebagian lagi menggabungkannya di pendahuluan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Terlalu panjang dan umum, seperti bab 1 skripsi. Lihat cara mengubah skripsi jadi artikel jurnal.
  • Tidak ada celah penelitian yang tegas. Ini salah satu penyebab utama penolakan. Lihat alasan artikel jurnal ditolak.
  • Rujukan usang. Utamakan artikel jurnal beberapa tahun terakhir.
  • Mengutip tanpa menghubungkan. Setiap rujukan sebaiknya mendukung alur argumen menuju celah penelitian.
  • Tujuan tidak sejalan dengan metode dan hasil. Pastikan apa yang dijanjikan di pendahuluan memang dijawab di bagian lain.

Untuk skripsi dan tesis, langkah menemukan celah penelitian dari jurnal ada di cara menemukan research gap skripsi.

Checklist pendahuluan

  • Paragraf pertama menyebut masalah nyata dengan data atau rujukan
  • Penelitian terdahulu dirangkum, bukan sekadar dideretkan
  • Celah penelitian ditulis eksplisit
  • Tujuan penelitian jelas di akhir pendahuluan
  • Sebagian besar rujukan terbit beberapa tahun terakhir

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah pendahuluan perlu memuat hipotesis? Untuk penelitian kuantitatif, hipotesis sering ditulis di akhir pendahuluan atau di subbagian kajian teori. Ikuti format jurnal.

Bolehkah menulis pendahuluan paling akhir? Boleh, bahkan sering disarankan. Setelah hasil dan pembahasan selesai, kamu lebih mudah menulis pendahuluan yang tepat sasaran.

Ingin naskahmu dicek sebelum submit?

Helpin Publisher membantu menilai kesiapan naskah dan memilih jurnal yang sesuai. Mulai dengan konsultasi gratis atau lihat jasa publikasi jurnal.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai