DOI Jurnal Adalah: Fungsi, Format, dan Cara Mengeceknya
Apa itu DOI pada artikel jurnal, cara membaca prefiks dan sufiksnya, cara mengecek DOI asli lewat doi.org dan Crossref, serta cara menulisnya di daftar pustaka.
Jawaban singkat
DOI (Digital Object Identifier) adalah kode pengenal unik dan permanen untuk karya digital seperti artikel jurnal. Satu artikel punya satu DOI yang tidak berubah walaupun alamat website jurnal pindah. Jurnal mendaftarkan DOI lewat lembaga pendaftar, dan untuk jurnal ilmiah yang paling banyak dipakai adalah Crossref.

Saat artikel terbit, biasanya ada deretan kode di bawah judulnya, misalnya https://doi.org/10.xxxx/abc.v5i2.123. Kode itu adalah DOI. Banyak penulis baru tahu DOI penting ketika diminta mencantumkannya di daftar pustaka, laporan BKD, atau berkas kenaikan jabatan.
Artikel ini menjelaskan apa itu DOI, fungsinya, cara membaca formatnya, dan cara mengecek DOI yang asli.
DOI adalah apa?
DOI (Digital Object Identifier) adalah kode pengenal unik dan permanen untuk sebuah karya digital, misalnya artikel jurnal, buku, bab buku, atau set data. Satu artikel punya satu DOI, dan DOI itu tidak berubah walaupun alamat website jurnalnya pindah.
Sistem DOI dikelola oleh DOI Foundation. Jurnal tidak membuat DOI sendiri, tapi mendaftarkannya lewat lembaga pendaftar (registration agency). Untuk jurnal ilmiah, lembaga yang paling banyak dipakai, termasuk oleh jurnal di Indonesia, adalah Crossref.
Fungsi DOI
- Tautan permanen. DOI selalu mengarah ke halaman artikel, walau website jurnal berganti alamat, selama penerbit memperbarui datanya.
- Memudahkan sitasi. Pembaca bisa menemukan artikel dengan pasti, tanpa salah judul atau salah versi.
- Melacak sitasi. Layanan seperti Google Scholar, Crossref, dan basis data pengindeks memakai DOI untuk menghubungkan artikel dengan artikel yang mengutipnya.
- Tanda pengelolaan yang baik. Jurnal yang mendaftarkan DOI untuk setiap artikel menunjukkan pengelolaan yang tertib. DOI bukan jaminan mutu, tapi jurnal tanpa DOI sama sekali patut diperiksa lebih teliti.
Cara membaca format DOI
DOI terdiri dari dua bagian yang dipisah garis miring:
10.12345/jurnalxyz.v5i2.678
- Prefiks (
10.12345): selalu diawali10., diikuti angka yang menandai pendaftar, biasanya penerbit atau jurnal. - Sufiks (
jurnalxyz.v5i2.678): ditentukan penerbit. Banyak jurnal OJS memakai pola nama jurnal, volume, nomor, dan ID artikel.
Contoh di atas fiktif. Untuk membuka DOI, tambahkan di depan https://doi.org/, lalu buka di browser.
Cara mengecek DOI asli atau palsu
DOI bisa ditulis siapa saja di halaman artikel. Yang membuatnya sah adalah DOI itu benar-benar terdaftar. Cara mengeceknya:
- Buka lewat doi.org. Ketik
https://doi.org/diikuti DOI-nya. Kalau muncul pesan DOI Not Found, DOI belum atau tidak terdaftar. - Pastikan mengarah ke artikel yang benar. DOI yang sah membuka halaman artikel yang sama, di website jurnal yang sama.
- Cari di Crossref. Buka search.crossref.org, tempel DOI atau judul artikel. Data artikel yang terdaftar, termasuk judul, penulis, dan jurnal, akan muncul.
Kalau artikel baru saja terbit, beri waktu beberapa hari. Pendaftaran DOI kadang menyusul setelah artikel tayang.
Tanda bahaya: DOI tidak bisa dibuka, membuka artikel lain, atau data di Crossref tidak cocok dengan judul dan jurnal yang tertulis. Ciri lain jurnal bermasalah ada di ciri jurnal predator.
Cara menulis DOI di daftar pustaka
Gaya APA edisi ketujuh menulis DOI dalam bentuk tautan lengkap di akhir referensi:
Nama, A., & Nama, B. (2025). Judul artikel. Nama Jurnal, 5(2), 100–115. https://doi.org/10.12345/jurnalxyz.v5i2.678
Gaya lain, seperti IEEE atau Vancouver, punya aturan sendiri. Ikuti gaya sitasi jurnal tujuanmu. Mendeley dan Zotero bisa mengisi data referensi otomatis kalau kamu memasukkan DOI-nya.
DOI, LoA, dan kapan DOI muncul
DOI biasanya baru diberikan saat artikel diterbitkan, bukan saat diterima. Surat penerimaan (LoA) umumnya belum memuat DOI. Bedanya dijelaskan di LoA jurnal adalah.
Sebagian jurnal juga menerbitkan artikel lebih dulu secara daring (online first atau in press) lengkap dengan DOI, sebelum masuk ke terbitan volume dan nomor tertentu.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah semua jurnal SINTA punya DOI? Tidak semua, tapi kebanyakan jurnal terakreditasi sudah mendaftarkan DOI untuk artikelnya. Cek di halaman artikel pada terbitan terbaru jurnal tujuanmu.
Apakah DOI sama dengan ISSN? Tidak. ISSN adalah nomor untuk jurnalnya, berlaku bagi semua terbitan jurnal itu. DOI adalah kode untuk satu artikel.
Apakah artikel tanpa DOI tetap diakui? Tergantung keperluannya. Banyak syarat kelulusan dan jabatan akademik melihat status akreditasi atau indeks jurnal, bukan DOI. Namun DOI memudahkan verifikasi, jadi jurnal ber-DOI lebih disarankan.
Bisakah DOI diubah setelah terbit? DOI dirancang permanen. Yang diperbarui penerbit adalah data di baliknya, misalnya alamat halaman artikel. Kalau ada kesalahan nama penulis di data DOI, hubungi pengelola jurnal.
Ingin terbit di jurnal yang terkelola baik?
Helpin Publisher membantu memilih jurnal yang sesuai bidang dan memeriksa kelengkapannya, termasuk status akreditasi dan pengelolaan artikel. Mulai dengan konsultasi gratis atau lihat jasa publikasi jurnal SINTA.



