Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Jurnal SINTA10 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Cara Publikasi Jurnal SINTA dari Nol sampai Terbit

Panduan lengkap publikasi jurnal SINTA: menyiapkan naskah, memilih jurnal yang cocok, submit lewat OJS, menghadapi review, sampai artikel terbit.

Jawaban singkat

Alur publikasi jurnal SINTA: siapkan naskah dalam format artikel, tentukan target peringkat yang realistis, cari jurnal yang cocok, sesuaikan naskah dengan template jurnal, daftar akun dan submit lewat OJS, lalu hadapi proses review. SINTA adalah portal Kemdiktisaintek yang mencatat jurnal, peneliti, dan institusi di Indonesia. Satu naskah tidak boleh dikirim ke dua jurnal sekaligus.

Cara Publikasi Jurnal SINTA dari Nol sampai Terbit
Foto: jepoirrier, CC BY-SA 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya, dirilis ulang dengan lisensi yang sama

Banyak kampus mensyaratkan artikel terbit di jurnal SINTA sebelum sidang atau wisuda. Dosen juga butuh publikasi SINTA untuk angka kredit. Masalahnya, bagi yang baru pertama kali, alurnya sering terasa gelap: mulai dari mana, jurnalnya cari di mana, dan berapa lama sampai terbit.

Artikel ini membahas prosesnya urut dari awal, dari naskah yang masih di laptop sampai artikel punya halaman sendiri di website jurnal.

Apa itu jurnal SINTA?

SINTA (Science and Technology Index) adalah portal milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mencatat jurnal, peneliti, dan institusi di Indonesia. Alamatnya sekarang sinta.kemdiktisaintek.go.id.

Yang biasa disebut "jurnal SINTA" adalah jurnal nasional yang sudah terakreditasi lewat sistem ARJUNA dan mendapat peringkat SINTA 1 sampai SINTA 6. SINTA 1 paling tinggi, SINTA 6 paling rendah. Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026, akreditasi baru hanya sampai SINTA 4, sedangkan jurnal SINTA 5 dan 6 yang ada tetap diakui sampai masa berlakunya habis. Bedanya dibahas lengkap di artikel perbedaan SINTA 1 sampai 6.

Langkah 1: Siapkan naskah dalam format artikel

Skripsi, tesis, atau laporan penelitian belum bisa langsung dikirim. Jurnal butuh artikel yang jauh lebih ringkas, biasanya 4.000 sampai 8.000 kata, dengan struktur yang umum dipakai:

  • Judul yang spesifik
  • Abstrak (sering wajib dua bahasa: Indonesia dan Inggris) dan kata kunci
  • Pendahuluan
  • Metode
  • Hasil dan pembahasan
  • Kesimpulan
  • Daftar pustaka

Kalau naskahmu berasal dari skripsi, ada cara khusus memadatkannya. Lihat cara mengubah skripsi jadi artikel jurnal.

Sebelum lanjut, cek dua hal ini:

  1. Similarity. Banyak jurnal menolak naskah dengan skor kemiripan tinggi. Batasnya beda-beda tiap jurnal, jadi cek di pedoman penulisnya.
  2. Referensi. Pakai reference manager seperti Mendeley atau Zotero. Jurnal biasanya minta gaya sitasi tertentu (APA, IEEE, Vancouver, dan lain-lain), dan mengganti gaya sitasi manual itu makan waktu.

Langkah 2: Tentukan target peringkat yang realistis

Jangan langsung mengincar SINTA 2 kalau tenggatmu dua bulan lagi. Peringkat yang lebih tinggi biasanya lebih selektif dan antreannya lebih panjang.

Tanyakan ke diri sendiri:

  • Syarat kampus atau prodimu minimal SINTA berapa?
  • Kapan tenggatnya?
  • Seberapa kuat naskahmu dari sisi metode dan kebaruan?

Kalau syaratnya "minimal SINTA 4" dan waktunya mepet, SINTA 4 atau 3 sering jadi pilihan paling masuk akal.

Langkah 3: Cari jurnal yang cocok

Ini tahap yang paling sering membuat penulis menyerah. Kamu perlu jurnal yang:

  • Scope-nya sesuai dengan topikmu. Baca halaman "Focus and Scope" di website jurnal.
  • Akreditasinya masih aktif. Cek nama atau ISSN jurnal di portal SINTA. Akreditasi berlaku lima tahun, jadi pastikan masa berlakunya mencakup terbitan yang kamu incar.
  • Jadwal terbitnya sesuai tenggatmu. Banyak jurnal terbit dua kali setahun. Kalau slot terbitan berikutnya sudah penuh, artikelmu bisa masuk terbitan setelahnya.
  • Biayanya jelas. Lihat halaman biaya atau pedoman penulis. Rinciannya kami bahas di biaya publikasi jurnal SINTA.

Di portal SINTA kamu bisa mencari jurnal berdasarkan bidang ilmu dan peringkat. Portal Garuda juga membantu untuk melihat artikel-artikel yang sudah terbit di jurnal tertentu, jadi kamu bisa menilai apakah topikmu "nyambung".

Langkah 4: Sesuaikan naskah dengan template jurnal

Hampir semua jurnal SINTA punya template Word sendiri: ukuran huruf, margin, format tabel, sampai cara menulis afiliasi. Download template dari website jurnal, lalu pindahkan isi naskahmu ke template itu. Naskah yang tidak mengikuti template sering dikembalikan sebelum sempat direview.

Langkah 5: Daftar akun dan submit lewat OJS

Sebagian besar jurnal di Indonesia memakai Open Journal Systems (OJS). Alurnya kurang lebih sama:

  1. Daftar akun sebagai author di website jurnal.
  2. Klik "New Submission" dan centang daftar persyaratan.
  3. Isi metadata: judul, abstrak, kata kunci, nama semua penulis lengkap dengan afiliasi dan email.
  4. Unggah file naskah. Beberapa jurnal minta versi tanpa identitas penulis untuk blind review.
  5. Konfirmasi, lalu tunggu email notifikasi.

Satu aturan penting: jangan kirim naskah yang sama ke dua jurnal sekaligus. Hampir semua jurnal melarang simultaneous submission, dan ketahuan berarti ditolak di kedua jurnal.

Langkah 6: Hadapi proses review

Setelah submit, status naskahmu di OJS biasanya bergerak dari "Submission" ke "Review", lalu "Copyediting" dan "Production". Editor akan mengirim hasil review dengan salah satu keputusan: diterima, revisi minor, revisi mayor, atau ditolak.

Revisi itu normal, bahkan untuk naskah yang bagus. Kuncinya ada di cara merespons komentar reviewer. Kami punya panduan khusus soal ini: cara membalas komentar reviewer.

Langkah 7: LoA, pembayaran, dan terbit

Kalau naskah diterima, jurnal mengirim Letter of Acceptance (LoA). Di banyak jurnal, tagihan biaya publikasi baru dikirim setelah naskah dinyatakan diterima. Setelah itu naskah masuk tahap tata letak, kamu diminta mengecek galley proof, lalu artikel terbit di terbitan yang dijadwalkan, biasanya lengkap dengan DOI.

Berapa lama prosesnya?

Tidak ada angka pasti karena tergantung antrean dan kecepatan reviewer tiap jurnal. Untuk jurnal SINTA, prosesnya umumnya berjalan sekitar 1 sampai 3 bulan bila jurnalnya tepat dan revisi dikerjakan cepat. Bisa lebih lama kalau slot terbitan terdekat sudah penuh atau reviewer minta revisi besar.

Kesalahan yang paling sering terjadi

  • Mengirim ke jurnal yang scope-nya tidak cocok, lalu ditolak di tahap awal.
  • Tidak mengecek status akreditasi dan masa berlakunya.
  • Mengabaikan template dan gaya sitasi.
  • Lama membalas revisi sampai melewati batas waktu dari editor.
  • Tergiur tawaran "pasti terbit dalam seminggu" tanpa proses review. Keputusan terbit selalu ada di editor dan reviewer jurnal.

Contoh linimasa yang realistis

Supaya lebih terbayang, ini contoh perjalanan satu naskah dari skripsi sampai terbit di jurnal SINTA 4. Durasinya bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung jurnal dan seberapa cepat kamu merevisi.

Tahap Perkiraan waktu
Memadatkan skripsi jadi artikel 1 sampai 2 minggu
Mencari jurnal dan menyesuaikan template 3 sampai 7 hari
Submit sampai editor mengirim hasil review 2 sampai 6 minggu
Mengerjakan revisi 3 sampai 14 hari
Keputusan akhir dan LoA 1 sampai 2 minggu
Tata letak sampai artikel tayang menyesuaikan jadwal terbitan

Dari tabel ini terlihat bahwa waktu terbanyak habis untuk menunggu review dan menunggu jadwal terbitan. Dua hal itu di luar kendalimu. Yang bisa kamu kendalikan adalah kecepatan menyiapkan naskah dan kecepatan membalas revisi.

Checklist sebelum menekan tombol submit

  • Naskah sudah memakai template jurnal, termasuk format judul, abstrak, dan tabel.
  • Abstrak sudah ada dalam bahasa yang diminta, sering Indonesia dan Inggris.
  • Jumlah kata sesuai batas di pedoman penulis.
  • Semua sitasi di teks ada di daftar pustaka, dan sebaliknya.
  • Gaya sitasi sudah sesuai permintaan jurnal.
  • Nama, afiliasi, email, dan ORCID semua penulis sudah benar.
  • Semua penulis sudah setuju naskah dikirim ke jurnal ini.
  • Skor similarity sudah dicek dan berada di bawah batas jurnal.
  • Kalau jurnal memakai blind review, identitas penulis sudah dihapus dari file naskah, termasuk di properti dokumen.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah satu naskah boleh dikirim ke dua jurnal sekaligus? Tidak. Hampir semua jurnal melarangnya. Kirim ke satu jurnal, tunggu keputusannya, baru pindah ke jurnal lain kalau ditolak atau kamu menarik naskah secara resmi.

Apakah mahasiswa S1 bisa jadi penulis tunggal? Bisa, selama jurnal tidak membatasi. Tapi kalau artikel berasal dari skripsi, diskusikan dulu dengan pembimbing soal siapa saja yang dicantumkan sebagai penulis.

Kalau sudah lewat sebulan belum ada kabar, harus bagaimana? Cek status naskah di akun OJS. Kalau masih di tahap yang sama dalam waktu lama, kirim email singkat dan sopan ke editor untuk menanyakan perkembangan. Sertakan judul dan nomor ID naskah.

Apakah LoA sama dengan sudah terbit? Belum. LoA berarti naskah diterima. Artikel baru terbit setelah tata letak selesai dan terbitan yang dijadwalkan dirilis.

Butuh pendamping?

Kalau kamu ingin fokus ke isi penelitian dan tidak mau habis waktu mencari jurnal dan mengurus template, tim Helpin Publisher bisa mendampingi dari analisis naskah sampai revisi reviewer. Lihat detail jasa publish jurnal SINTA atau langsung konsultasi gratis untuk menanyakan jurnal yang cocok dengan prodimu. Kalau targetmu peringkat menengah, lihat juga jasa publikasi jurnal SINTA 3.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai