Cara Membuat ORCID, Google Scholar, dan Akun SINTA
Beda ORCID, Google Scholar, dan SINTA, langkah membuat masing-masing profil, siapa yang bisa mendaftar SINTA, dan tips menjaga profil tetap rapi.
Jawaban singkat
ORCID adalah nomor identitas peneliti yang unik dan permanen, dipakai jurnal dan penerbit internasional, dan siapa pun termasuk mahasiswa bisa membuatnya. Google Scholar menghimpun profil publikasi dan sitasi secara otomatis dan butuh akun Google, sedangkan SINTA adalah portal Kemdiktisaintek yang mencatat peneliti dan jurnal. ORCID gratis dan sangat disarankan kalau kamu berencana publikasi.

Setelah artikel pertamamu terbit, langkah berikutnya adalah memastikan karya itu tercatat atas namamu. Tiga profil yang paling sering diminta di Indonesia adalah ORCID, Google Scholar, dan SINTA. Ketiganya membantu orang menemukan publikasimu, dan sebagian syarat administrasi akademik juga merujuk ke sana.
Apa bedanya?
| Profil | Fungsi | Siapa yang bisa membuat |
|---|---|---|
| ORCID | Nomor identitas peneliti yang unik dan permanen, dipakai jurnal dan penerbit internasional | Siapa pun, termasuk mahasiswa |
| Google Scholar | Profil publikasi dan jumlah sitasi yang dihimpun otomatis oleh Google | Siapa pun dengan akun Google |
| SINTA | Profil kinerja riset peneliti Indonesia yang dikelola Kemdiktisaintek | Terutama dosen dan peneliti |
1. Membuat ORCID
ORCID adalah nomor 16 digit, misalnya 0000-0002-1825-0097, yang membedakanmu dari peneliti lain dengan nama mirip.
- Buka orcid.org dan pilih Register.
- Isi nama, email, dan kata sandi. Pakai email yang akan tetap aktif dalam jangka panjang.
- Verifikasi email.
- Lengkapi profil: afiliasi, pendidikan, dan bidang keahlian.
- Tambahkan karya lewat menu Works, misalnya dengan mencari lewat Crossref atau memasukkan DOI.
Banyak jurnal meminta ORCID saat submit, terutama untuk penulis korespondensi.
2. Membuat profil Google Scholar
- Buka scholar.google.com, masuk dengan akun Google, lalu pilih My profile.
- Isi nama, afiliasi, dan bidang minat. Gunakan email institusi bila ada, agar profil bisa terverifikasi.
- Pilih artikel yang memang karyamu dari daftar yang disarankan.
- Atur profil menjadi publik. Profil privat tidak bisa dibaca sistem lain, termasuk SINTA.
- Atur pembaruan artikel secara manual, supaya karya orang lain dengan nama mirip tidak ikut masuk.
Periksa profil secara berkala. Kalau ada artikel yang bukan milikmu, hapus dari profil.
3. Mendaftar SINTA
SINTA (Science and Technology Index) adalah portal kinerja riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pendaftaran akun penulis di SINTA umumnya diperuntukkan bagi dosen dan peneliti yang memiliki nomor identitas dosen seperti NUPTK, NIDN, atau NIDK. Mahasiswa umumnya belum bisa membuat akun penulis sendiri, tetapi tetap bisa memakai SINTA untuk mencari jurnal dan melihat profil dosen.
Alur umumnya:
- Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id dan pilih menu pendaftaran.
- Isi data diri, nomor identitas dosen, afiliasi, email, serta ID Google Scholar dan ID Scopus bila ada.
- Aktifkan akun lewat tautan di email. Periksa folder spam.
- Tunggu verifikasi dari verifikator di perguruan tinggimu.
- Setelah terverifikasi, sinkronkan data publikasi dari Google Scholar, Scopus, dan sumber lain.
Prosedur dan syaratnya bisa berubah. Kalau ada kendala, hubungi verifikator SINTA atau LPPM di kampusmu.
Jangan memasukkan ID Google Scholar atau Scopus milik orang lain. Pastikan juga profil Google Scholar-mu publik agar datanya bisa ditarik.
Tips menjaga profil tetap rapi
- Gunakan nama yang konsisten di semua artikel, misalnya selalu dengan nama lengkap yang sama.
- Hubungkan ORCID dengan Scopus bila kamu punya artikel Scopus. Profil penulis Scopus dibuat otomatis oleh Scopus, dan bisa diperbaiki lewat fitur koreksi profil.
- Perbarui setelah setiap artikel terbit.
- Cantumkan tautan profil di CV dan halaman profil dosen kampus.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah mahasiswa perlu ORCID? Sangat disarankan, terutama kalau kamu berencana publikasi. Gratis dan bisa dipakai seumur hidup.
Kenapa artikelku belum muncul di Google Scholar? Google Scholar butuh waktu untuk mengindeks artikel baru, biasanya beberapa minggu. Pastikan artikel terbit di website jurnal yang bisa dibaca mesin pencari.
Apakah artikel di Garuda otomatis masuk SINTA? SINTA menghimpun data dari beberapa sumber, termasuk Garuda dan Google Scholar. Penjelasan tentang Garuda ada di jurnal Garuda itu apa.
Siap menambah publikasi di profilmu?
Helpin Publisher mendampingi publikasi jurnal SINTA dan Scopus. Lihat jasa publikasi jurnal atau konsultasi gratis.



