Cara Cek Akreditasi Jurnal SINTA dan Masa Berlakunya
Cara memastikan jurnal benar-benar terakreditasi SINTA: cek profil di SINTA, cocokkan ISSN dan website, lalu periksa rentang volume di SK akreditasi ARJUNA.
Jawaban singkat
Cek akreditasi jurnal lewat dua laman resmi Kemdiktisaintek: SINTA untuk profil dan peringkat jurnal, dan ARJUNA untuk hasil akreditasi beserta SK-nya. Cocokkan juga dengan website jurnal, pastikan masa berlaku akreditasi masih aktif saat artikelmu terbit, lalu simpan buktinya. Waspadai website tiruan dari jurnal asli.

Sebelum submit, pastikan jurnal tujuanmu benar-benar terakreditasi SINTA dan akreditasinya masih berlaku saat artikelmu terbit. Banyak penulis baru sadar ada masalah ketika artikel sudah terbit: peringkatnya ternyata sudah kedaluwarsa, atau websitenya tiruan dari jurnal asli. Akibatnya, artikel tidak diakui untuk kelulusan, BKD, atau kenaikan jabatan.
Pengecekannya hanya butuh beberapa menit. Berikut caranya.
Sumber resmi yang dipakai
Ada dua laman resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek):
- SINTA (sinta.kemdiktisaintek.go.id) adalah basis data yang menampilkan profil jurnal, peringkat, dan kinerja publikasi.
- ARJUNA (arjuna.kemdiktisaintek.go.id) adalah portal akreditasi jurnal. Di sini diumumkan hasil akreditasi beserta Surat Keputusan (SK)-nya.
Sebagian jurnal masih menulis alamat lama berakhiran kemdikbud.go.id. Isinya sama, tapi alamat yang berlaku sekarang memakai kemdiktisaintek.go.id.
Beda SINTA 1 sampai 6 sudah dibahas di perbedaan SINTA 1 sampai 6. Artikel ini fokus ke cara memastikannya.
Langkah 1: Cari jurnal di SINTA
- Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id, lalu pilih menu Journals.
- Ketik nama jurnal, ISSN, atau nama institusi penerbitnya.
- Buka profil jurnal yang muncul.
Kalau jurnal sama sekali tidak ditemukan, besar kemungkinan jurnal itu belum terakreditasi, walau websitenya memasang logo SINTA.
Langkah 2: Baca profil jurnal
Di profil jurnal, perhatikan:
- Peringkat akreditasi, misalnya S3 Accredited.
- ISSN cetak (P-ISSN) dan ISSN elektronik (E-ISSN).
- Penerbit atau institusi pengelola.
- Alamat website jurnal.
- Bidang ilmu, untuk memastikan topikmu sesuai.
Langkah 3: Cocokkan dengan website jurnal
Ini langkah yang paling sering dilewati. Bandingkan data di SINTA dengan website tempat kamu akan submit:
- Nama jurnal harus sama persis.
- ISSN harus sama.
- Alamat website harus sama, atau setidaknya berada di domain institusi yang sama.
Kalau satu saja tidak cocok, jangan submit dulu. Ada website tiruan yang meniru nama dan tampilan jurnal terakreditasi untuk menarik biaya publikasi. Ciri-ciri lainnya dibahas di ciri jurnal predator.
Langkah 4: Cek masa berlaku di SK akreditasi
Akreditasi tidak berlaku selamanya. Setiap jurnal diakreditasi untuk rentang terbitan tertentu, biasanya beberapa tahun, dan ditulis per volume dan nomor, bukan per tanggal.
Contohnya, sebuah jurnal bisa terakreditasi SINTA 4 mulai Volume 3 Nomor 1 Tahun 2023 sampai Volume 7 Nomor 2 Tahun 2027. Artikel yang terbit di Volume 7 Nomor 3 tidak lagi tercakup akreditasi itu, kecuali jurnal sudah diakreditasi ulang.
Cara mengeceknya:
- Buka halaman Akreditasi atau Announcement di website jurnal. Jurnal biasanya mengunggah sertifikat dan menyebut rentang volumenya.
- Cocokkan dengan SK akreditasi di laman ARJUNA. SK memuat daftar jurnal, peringkat, dan rentang volume yang berlaku.
- Bandingkan dengan volume dan nomor tempat artikelmu akan terbit. Tanyakan ke editor kalau belum jelas.
Kalau akreditasi akan habis dalam waktu dekat, tanyakan ke pengelola jurnal apakah sedang proses reakreditasi. Hasil reakreditasi bisa naik, tetap, atau turun.
Langkah 5: Simpan buktinya
Simpan tangkapan layar profil SINTA dan berkas SK yang mencantumkan jurnal tersebut. Bukti ini sering diminta saat mengurus kelulusan, BKD, atau kenaikan jabatan. Ingat juga bahwa banyak syarat memakai peringkat minimum. Untuk dosen, syarat terbarunya dibahas di syarat publikasi jurnal untuk S2, S3, dan kenaikan jabatan dosen.
Tanda bahaya yang perlu diwaspadai
- Website mencantumkan logo SINTA, tapi jurnal tidak ada di laman SINTA.
- ISSN di website berbeda dengan ISSN di SINTA.
- Alamat website memakai domain gratisan atau berbeda dari yang tercatat.
- Kontak hanya lewat nomor pribadi, tanpa email jurnal.
- Menjanjikan "pasti terbit" dalam hitungan hari untuk jurnal peringkat tinggi.
Contoh kasus
Seorang mahasiswa S2 menemukan jurnal yang menulis "Terakreditasi SINTA 3" di halaman depannya. Di laman SINTA, jurnal dengan nama yang sama memang ada. Namun alamat websitenya berbeda: yang asli berada di domain kampus, sementara yang ia temukan memakai domain lain dengan tampilan yang hampir sama. ISSN-nya juga beda satu digit. Ia batal submit dan mengirim naskah lewat website yang tercatat di SINTA. Contoh ini fiktif, tapi polanya sering terjadi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah jurnal SINTA 5 dan 6 masih ada? Untuk akreditasi baru, tidak. Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 menyederhanakan peringkat menjadi SINTA 1 sampai 4. Jurnal yang masih berstatus SINTA 5 atau 6 tetap diakui sampai masa akreditasinya habis, lalu harus diakreditasi ulang dengan sistem baru. Jadi untuk jurnal SINTA 5 dan 6, periksa masa berlakunya dengan lebih teliti.
Bagaimana kalau di SINTA tertulis peringkat lama, tapi jurnal bilang sudah naik? Pembaruan di laman SINTA kadang tertinggal. Rujuk SK terbaru di ARJUNA. Kalau peringkat baru tercantum di SK, itulah yang berlaku.
Apakah artikel tetap diakui kalau akreditasi habis setelah artikel terbit? Umumnya yang dilihat adalah status akreditasi pada volume dan nomor tempat artikel terbit. Kalau terbitan itu masih dalam rentang SK, artikel terhitung terbit di jurnal terakreditasi. Tetap konfirmasi ke kampus atau instansimu, karena aturan internal bisa berbeda.
Mau dibantu memilih jurnal?
Tim Helpin Publisher memeriksa status akreditasi dan kesesuaian topik sebelum merekomendasikan jurnal. Mulai dengan konsultasi gratis atau lihat jasa publikasi jurnal SINTA.



