Logo Helpin PublisherHelpin PublisherJasa Publikasi Jurnal
Semua artikel
Publikasi Aman13 Oktober 2026Ditinjau oleh Fajrul, pendiri Helpin

Etika Publikasi Artikel dengan AI: Boleh Sampai Mana?

Sikap COPE soal AI dalam publikasi ilmiah, pemakaian AI yang diterima dan yang dilarang, contoh pernyataan penggunaan AI, dan checklist sebelum submit.

Jawaban singkat

Artikel ini merangkum sikap COPE, rujukan etika publikasi yang dipakai banyak jurnal: ada pemakaian AI yang umumnya diterima dan ada yang berisiko atau dilarang, jadi pelajari keduanya sebelum submit. Fitur yang menulis ulang kalimat dengan AI generatif sebaiknya diungkapkan bila jurnal memintanya, dan kalau ragu, ungkapkan. Alat deteksi AI tidak sempurna, jadi jangan menganggap hasilnya pasti.

Etika Publikasi Artikel dengan AI: Boleh Sampai Mana?
Foto: BadgerGravling, CC BY-SA 2.0, via Flickr. Dipotong dan diperkecil dari aslinya

Alat AI seperti ChatGPT kini dipakai banyak penulis untuk mencari ide, merapikan bahasa, atau menerjemahkan. Pertanyaannya: sampai mana boleh, dan kapan pemakaian AI berubah jadi pelanggaran etika yang bisa membuat naskah ditolak atau artikel ditarik?

Artikel ini merangkum sikap lembaga etika publikasi dan cara memakai AI dengan aman.

Sikap COPE soal AI

COPE (Committee on Publication Ethics) adalah rujukan etika yang dipakai banyak jurnal, termasuk jurnal di Indonesia. Dalam pernyataan sikapnya tentang kepenulisan dan alat AI (2023), COPE menyatakan tiga hal pokok:

  1. AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis. Alat AI tidak bisa bertanggung jawab atas naskah, tidak bisa menyatakan konflik kepentingan, dan tidak bisa mengurus hak cipta.
  2. Pemakaian AI harus diungkapkan. Kalau AI dipakai untuk menulis, membuat gambar, atau mengolah data, sebutkan alat apa yang dipakai dan bagaimana memakainya, misalnya di bagian metode atau bagian khusus.
  3. Penulis tetap bertanggung jawab penuh. Isi naskah, termasuk bagian yang dihasilkan AI, sepenuhnya tanggung jawab penulis manusia.

Banyak penerbit besar memakai sikap serupa. Aturan rincinya bisa berbeda antarjurnal, jadi selalu baca pedoman jurnal tujuanmu.

Pemakaian yang umumnya diterima

Dengan tetap diungkapkan bila jurnal memintanya:

  • Memperbaiki tata bahasa dan ejaan pada tulisan yang kamu susun sendiri.
  • Membantu memahami literatur, misalnya meringkas artikel untuk dibaca sendiri, lalu tetap membaca sumber aslinya.
  • Mencari ide struktur atau kata kunci sebagai bahan awal.
  • Membantu menulis atau memeriksa kode analisis, dengan hasil yang tetap kamu verifikasi.

Pemakaian yang berisiko atau dilarang

  • Membuat seluruh isi naskah dengan AI lalu mengirimnya sebagai karya sendiri.
  • Mengarang data atau hasil dengan AI. Ini fabrikasi, pelanggaran paling berat dalam etika penelitian.
  • Mengutip referensi dari AI tanpa dicek. Model AI bisa menyebut artikel yang tidak pernah ada, lengkap dengan judul dan nama penulis yang meyakinkan.
  • Membuat atau mengubah gambar hasil penelitian dengan AI, misalnya foto mikroskop atau grafik data.
  • Memakai AI untuk "menyamarkan" plagiarisme, misalnya memparafrasakan tulisan orang lain tanpa sitasi.
  • Mengunggah naskah orang lain ke AI saat kamu menjadi reviewer. Naskah yang direview bersifat rahasia.

Kenapa jurnal makin waspada?

Editor kini sering menemukan naskah dengan ciri khas tulisan AI: kalimat umum yang berulang, referensi fiktif, dan pembahasan tanpa temuan konkret. Sebagian jurnal juga mulai memeriksa indikasi teks buatan AI selain similarity. Naskah seperti ini mudah ditolak di tahap awal. Alasan penolakan lainnya ada di alasan artikel jurnal ditolak.

Kalau kamu masih menyusun skripsi atau tesis, cara memverifikasi referensi dari AI lewat Crossref dan OpenAlex dijelaskan di fitur sitasi asli ber-DOI Pembimbing Skripsi.

Cara menulis pernyataan pemakaian AI

Ikuti format jurnal kalau ada. Kalau tidak ada format khusus, contoh sederhananya:

Pernyataan penggunaan AI. Penulis menggunakan [nama alat] untuk memperbaiki tata bahasa pada bagian pendahuluan dan pembahasan. Setelah itu penulis meninjau dan menyunting seluruh hasilnya, dan bertanggung jawab penuh atas isi artikel.

Letakkan di bagian yang diminta jurnal, misalnya sebelum daftar pustaka, di ucapan terima kasih, atau di bagian metode.

Checklist sebelum submit

  • Tidak ada alat AI yang dicantumkan sebagai penulis
  • Setiap referensi sudah dicek ada dan isinya sesuai
  • Data dan gambar berasal dari penelitianmu sendiri
  • Pemakaian AI diungkapkan sesuai aturan jurnal
  • Kamu bisa menjelaskan setiap paragraf di naskah tanpa bantuan AI
  • Similarity sudah dicek. Lihat batas similarity jurnal

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah memakai Grammarly atau alat sejenis harus diungkapkan? Pemeriksa ejaan dasar umumnya tidak perlu. Fitur yang menulis ulang kalimat dengan AI generatif sebaiknya diungkapkan bila jurnal memintanya. Kalau ragu, ungkapkan.

Apakah jurnal bisa mendeteksi tulisan AI dengan pasti? Alat deteksi tidak sempurna dan bisa keliru. Tapi editor juga menilai dari isi, misalnya referensi fiktif atau pembahasan yang dangkal. Cara paling aman adalah menulis sendiri dan memakai AI sebatas alat bantu. Penyebab tulisan manusia ikut terbaca AI dijelaskan di kenapa tulisan manusia terdeteksi AI oleh GPTZero di blog helpin.id.

Bagaimana kalau artikel yang sudah terbit ketahuan memakai AI tanpa diungkapkan? Jurnal bisa meminta koreksi, dan untuk pelanggaran berat seperti data fiktif, artikel bisa ditarik (retraction).

Butuh bantuan bahasa yang aman?

Helpin Publisher menyediakan proofreading dan parafrase yang dikerjakan manual, sehingga makna dan sitasi tetap terjaga. Mulai dengan konsultasi gratis atau lihat jasa publikasi jurnal.

Siap Publikasi dengan Aman dan Profesional?

Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda dengan tim ahli kami. Gratis dan tanpa komitmen.

Ririn dan Nyonyo melambai